Dunia, Regional

Singapura siap jika wabah Covid-19 memburuk

Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat menegaskan bahwa negara mereka mempunyai sumber daya untuk bertahan dalam wabah

Muhammad Nazarudin Latief   | 31.03.2020
Singapura siap jika wabah Covid-19 memburuk Ilustrasi: (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Singapura siap melakukan lebih banyak aksi di bidang ekonomi jika pandemi Covid-19 memburuk, ujar Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat, Senin.

"Saya ingin meyakinkan warga Singapura bahwa kita memiliki sumber daya untuk melakukan itu jika kita perlu," ujar dia menanggapi pertanyaan apakah Singapura perlu mengambil cadangan kekayaannya kembali untuk melindungi ekonomi dari dampak virus pandemik, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Heng yang juga menteri keuangan pada 26 Maret lalu meluncurkan Anggaran Ketahanan sebesar SGD48 miliar untuk membantu pekerja dan bisnis serta memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial.

Sebanyak SGD17 miliar dana tersebut diambil dari dana cadangan negara, dan tidak menutup kemungkinan akan ada penarikan lagi jika dibutuhkan.

Pada pengumuman anggaran awalnya pada 18 Februari, menteri telah menjanjikan SGD4 miliar untuk langkah-langkah stabilisasi ekonomi di tengah ketidakpastian jangka pendek yang disebabkan oleh COVID-19.

"Untuk saat ini, mari kita berkonsentrasi memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang sudah kita miliki dalam Paket Ketahanan," ujar Heng pada Senin, menyebutnya paket "sangat substansial".

"Sebenarnya, satu alasan saya di sini hari ini adalah untuk melihat bagaimana industri penerbangan memanfaatkan paket ini."

Heng berbicara kepada wartawan di Bandara Changi setelah bertemu dengan pekerja di industri penerbangan, salah satu sektor yang paling terpukul di tengah pandemi.

Sebagai bagian dari Anggaran Ketahanan, lebih dari SGD750 juta akan digunakan untuk mendukung sektor penerbangan Singapura, yang mempekerjakan lebih dari 190.000 orang dan memberikan kontribusi lebih dari 5 persen dari produk domestik bruto Singapura.

Lebih dari SGD400 juta akan masuk ke skema pekerjaan yang digunakan pemerintah untuk membayar hingga 75 persen dari SGD4.600 dari upah bulanan pekerja.

Sebanyak SGD350 juta lainnya akan digunakan untuk membantu bisnis di sektor penerbangan, termasuk memberikan potongan harga pendaratan, parkir serta bantuan sewa, ground handler dan agen kargo.

Para staf yang terkena dampak juga sedang dikerahkan kembali unit yang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja selama wabah. Ini termasuk layanan pelanggan, pelacakan kontak dan duta kebersihan di pusat jajanan.

Ketika ditanya tentang kemungkinan penghematan di Singapore Airlines (SIA), yang telah memangkas 96 persen kapasitasnya, Heng mengatakan "saat ini, industri - dan tentu saja industri penerbangan - berusaha untuk mempertahankan pekerja mereka sebanyak mungkin" .

SIA adalah salah satu perusahaan di sektor penerbangan yang mempekerjakan kembali staf di seluruh departemen. Beberapa awak kabin bekerja sukarela dengan tim media sosial dan di kantor penjualan tiket di ION Orchard, yang keduanya mengalami lonjakan permintaan pelanggan.

Kegelisahan para awak kabin

Para awak kabin SIA mengatakan bahwa mereka awalnya senang dengan berkurangnya jam terbang karena bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman-teman.

Namun ketika wabah berlanjut, mereka mulai cemas tentang bagaimana mereka akan membayar tagihan dan mendukung keluarga.

Pramugari Fabien Sieh, 36, mengatakan kekhawatiran ini tetap ada, meskipun mereka tetap yakin.

"Kami tidak ingin mempengaruhi semua orang (secara negatif)," kata Sieh, yang sekarang menjadi sukarelawan di pusat penjualan tiket. "Sebenarnya, kami ingin menepuk semua orang di belakang dan mengatakan kami bisa melakukan ini bersama-sama."

Awak kapal mengatakan bahwa bekerja sukarela dengan berbagai departemen telah mengajarkan mereka keterampilan baru, memberi mereka gambaran yang lebih besar tentang operasi perusahaan.

"Setelah beberapa saat, aku mulai merasa seperti apakah aku benar-benar ingin tinggal di rumah saja?" ujar salah satu awak kabin, Alvin Ee, 42, yang membantu tim media sosial.

Pramugari Ann Sim, 32, mengatakan dia berterima kasih atas kesempatan sukarela karena ini merupakan cara untuk memberi kembali kepada perusahaan yang menurutnya telah merawat mereka dengan baik, terutama dalam hal biaya pengobatan.

Heng mengatakan kepala industri penerbangan telah memberinya "ide awal" pada langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan sektor ini.

Untuk saat ini Heng mengatakan bahwa pemerintah fokus pada penanggulangan wabah dan membatasi kerusakan pada ekonomi, saat ia menguraikan keputusan Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada hari Senin untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın