16 Agustus 2017•Update: 16 Agustus 2017
Alpha Kamara
DAKAR, Senegal
Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma pada Selasa memberlakukan 7 hari berkabung untuk mengenang korban tanah longsor yang menewasan ratusan di ibukota negara tersebut.
Hingga Selasa, pihak rumah sakit di Freetown mengatakan telah menerima lebih dari 400 jasad selagi misi penyelamatan masih berlangsung.
Sinneh Kamara, petugas kamar mayat di Connaught Hospital, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa rumah sakit itu kewalahan.
“Hingga kini, kita sudah mengumpul lebih dari 400 jasad. Rumah sakit kami sudah bekerja sangat keras namun korban-korban tewas masih terus ditemukan. Saya belum pernah melihat situasi separah ini dalam sejarah karir saya,” kata Kamara lewat telepon.
Menurut pernyataan dari pemerintahan Sierra Leone, masa berkabung nasional akan diadakan dari 16 hingga 22 Agustus untuk mengenang korban tewas dalam tanah longsor pada Senin di Freetown menyusul hujan besar dan banjir. Bendera juga akan dipasang setengah tiang. Warga akan mengheningkan cipta selama semenit pada tengah hari 17 Agustus.
Penduduk diminta mengidentifikasi kerabat mereka sebelum pemakaman massal. Jasad yang belum teridentifikasi juga akan dikubur dengan hormat, kata pemerintah.
Presiden negara Guinea dan ketua Uni Afrika, Alpha Conde, tiba di Freetown pada Selasa malam untuk menyampaikan duka citanya pada Sierra Leone dan warganya.
Israel telah mengirim bantuan pangan cukup untuk 10,000 orang di Sierra Leona, lapor Kementerian Luar Negeri mereka. Israel juga menjadi negara pertama yang menjawab permintaan bantuan dari Koroma.
“Kita akan bekerja dengan pemerintahan Sierra Leone untuk menyediakan lebih banyak bantuan medis dalam beberapa minggu kedepan,” kata Paul Hirshson, Duta Besar Israel untuk Afrika Barat, kepada Anadolu Agency.