16 Agustus 2017•Update: 16 Agustus 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Daesh menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kebebasan beragama di dunia, kata Sekretaris Negara Rex Tillerson, Selasa, dalam laporan kebebasan beragama tahunan.
“ISIS jelas-jelas bertanggung jawab atas pembantaian terhadap Yazidi, Kristiani, dan Muslim Syiah di wilayah kekuasaannya,” tulis Tillerson dalam kata pengantar laporan tersebut. “ISIS juga bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan dan pemusnahan etnis, dan dalam beberapa kasus melawan Muslim Sunni, Kurdi, dan kelompok minoritas lainnya,”
Anggota dari berbagai agama dan etnis masih menjadi korban Daesh, termasuk kekerasan seksual, penculikan, perbudakan, hingga korban jiwa. Tillerson menegaskan, perlindungan korban adalah prioritas hak asasi manusia untuk Administrasi Trump.
“Jika kebebasan beragama tidak dilindungi, maka pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan ekstrem berpeluang besar untuk mengakar kuat. Tidak ada yang harus hidup dalam ketakutan, beribadah dengan rasa takut, atau menghadapi diskriminasi karena kepercayaannya,” tegasnya.
Tiongkok, Iran, Arab Saudi, dan negara lainnya dikritik atas laporan yang menunjukkan kegagalan mereka untuk melindungi hak-hak minoritas non-Muslim.