Maria Elisa Hospita
11 April 2019•Update: 12 April 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Senat Amerika Serikat pada Rabu mengkonfirmasi penunjukan duta besar untuk Arab Saudi oleh Presiden Donald Trump, karena posisi tersebut belum terisi sejak Trump berkuasa.
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Arab Saudi, mantan jenderal John Abizaid mendapat dukungan suara 92-7.
Kekosongan diplomatik mencapai puncaknya saat jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dibunuh.
Jurnalis itu hilang tak lama setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul Oktober lalu.
Pemerintah Saudi mulanya menyangkal tahu-menahu soal keberadaan Khashoggi, sebelum akhirnya mengakui bahwa dia terbunuh di dalam fasilitas diplomatik.
Narasi versi Saudi diragukan dan dikritik oleh anggota parlemen AS. Mereka menduga pembunuhan Khashoggi dilakukan tanpa persetujuan eksplisit Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Pada Senin, Departemen Luar Negeri memasukkan 16 pejabat Saudi ke daftar hitam mereka karena terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.
Tidak adanya duta besar Amerika untuk Riyadh semakin memperburuk hubungan AS-Saudi, meskipun Trump tak menuding bin Salman bertanggung jawab.
Orang terakhir yang menjabat sebagai duta besar AS untuk Saudi - di bawah kepemimpinan mantan presiden Barack Obama - adalah Joseph Westphal.
Abizaid pernah menjabat sebagai kepala Komando Pusat AS, di mana dia memimpin kampanye militer di Kosovo, Bosnia Herzegovina, dan Irak.
Dalam sidang Senat bulan lalu, Abizaid menekankan bahwa hubungan AS-Saudi jauh lebih besar daripada hubungan Washington-bin Salman, dan dia ingin membantu Kerajaan Saudi lebih maju dari sekarang.