Shadi Khan Saif
21 Juni 2018•Update: 21 Juni 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Lebih dari 50 anggota Taliban dan 28 tentara Afghan tewas dalam bentrokan pada hari terakhir gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh pemerintah.
Kementerian Pertahanan pada Rabu mengkonfirmasi bahwa 11 anggota Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANA) tewas dan sembilan lainnya luka-luka setelah kelompok pemberontak itu menyerbu pos-pos pemeriksaan di barat laut provinsi Badghis, pada Selasa malam.
Hari Selasa adalah hari kedelapan sekaligus terakhir dari perpanjangan gencatan senjata yang diberlakukan oleh pemerintah. Taliban kembali melancarkan serangan mereka sejak Senin.
Juru bicara kementerian Mohammad Radmanesh mengatakan, Taliban menyerang tentata di distrik Bala Murghab.
“Sebelum bentrokan terjadi, tentara kami tengah melakukan penjagaan selama gencatan senjata," jelas dia.
Sementara itu, pemerintah provinsi mengatakan bahwa 10 tentara tewas akibat serangan awal Taliban. Dua puluh lainnya tewas dalam perjalanan menuju lokasi bentrokan.
Mereka juga mengungkapkan bahwa sedikitnya 53 gerilyawan Taliban juga tewas dalam bentrokan di markas Polisi Nasional Afghanistan (ANP) di provinsi itu.
Radio lokal Azadi juga melaporkan bahwa 17 anggota pasukan keamanan tewas di barat provinsi Farah yang berbatasan dengan Iran dalam serangan Taliban terkoordinasi di distrik Bala Balook dan Lash wa Juwayn pada Selasa malam.
Presiden Mohammad Ashraf Ghani pada Selasa malam mengatakan bahwa pemerintah bersedia memperpanjang gencatan senjata hingga setahun ke depan jika Taliban siap untuk berunding.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed menolak "propaganda oleh media pro-pemerintah" yang menyebutkan bahwa sejumlah pemberontak Taliban telah menghindari kekerasan setelah gencatan senjata selama Idulfitri.