Ekip
23 Juni 2022•Update: 24 Juni 2022
BRUSSELS
Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu mengatakan bahwa dia telah membahas masalah keamanan Turki dengan perdana menteri Swedia.
“(Saya) berbicara dengan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson tentang pendaftaran Swedia di NATO dan masalah keamanan yang diangkat oleh sekutu kami Turki,” kata Stoltenberg dalam sebuah posting-an di Twitter.
Dia menekankan bahwa "pembicaraan selanjutnya akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang."
Pekan lalu, Stoltenberg mengkonfirmasi bahwa Turki memiliki “kekhawatiran yang sah terkait dengan perjuangan mereka melawan PKK dan organisasi lainnya”.
Dia menambahkan bahwa PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh NATO, Uni Eropa, serta Finlandia, dan Swedia.
Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NATO bulan lalu, keputusan yang didorong oleh perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari.
Tetapi Turki, anggota lama aliansi, telah menyuarakan keberatan atas tawaran keanggotaan, serta mengkritik negara-negara tersebut karena menoleransi dan bahkan mendukung kelompok teroris.
Selama lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang.