Muhammad Abdullah Azzam
15 April 2019•Update: 15 April 2019
Mehmet Nuri Uçar
TRIPOLI
Sekelompok tentara pro-komandan Khalifa Haftar menyerahkan diri kepada pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Libya.
Dalam sebuah pernyataan melalui sosial media mengenai operasi "Burkan al-Ghadab" (Gunung Api Kemarahan) yang digelar oleh GNA di Libya, "Satuan tentara pro-Haftar yang terdiri dari 25 orang telah menyerahkan diri kepada pasukan kami berserta 10 kendaraan dan peralatan militer yang mereka gunakan.”
Hingga berita ini ditulis pasukan pro-komandan Khalifa Haftar belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait hal tersebut.
Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan jumlah kematian dalam konflik yang berlangsung selama 10 hari di Libya mencapai 121 orang, sementara 561 lainnya menderita luka-luka.
Pada Rabu lalu, pasukan pro-Haftar mengklaim telah mengambil alih kamp militer Yarmuk di selatan Tripoli, dari pemerintah yang didukung PBB.
Sejak pekan lalu, pasukan pro-Haftar telah melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang didukung PBB.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing: satu di timur Kota Al-Bayda; dan satu lagi di Tripoli.