Muhammad Nazarudin Latief
27 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Ali Cura
MOSKOW
Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan kepada Israel dan Palestina agar sama-sama menahan diri, tak memperbesar ketegangan, serta memulai proses negosiasi damai lagi antar kedua negara.
Pernyataan tertulis dari Kemlu Rusia mengingatkan bahwa kedua belah pihak mendapatkan kerugian termasuk infrastruktur sipil akibat masalah yang timbul dari permusuhan keduanya.
Moskow sangat mengkhawatirkan terjadinya kembali bentrokan militer besar-besaran, korban warga sipil berjatuhan di kedua sisi serta memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade Israel.
"Kami menyerukan Israel dan Palestina untuk tenang serta segera kembali ke kondisi gencatan senjata,” ungkap pernyataan Kemlu Rusia itu.
Menurut laporan, pesawat tempur dan unit artileri Israel terus menyerang sejumlah besar area pertanian di Gaza selatan, utara dan tengah.
Militer Israel mengkonfirmasi bahwa pesawat tempurnya telah melakukan 15 serangan di Jalur Gaza.
Pihak Militer mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza pada Senin.
Hamas pada Senin malam mengumumkan bahwa Mesir telah berhasil mengamankan gencatan senjata antara Israel dan faksi-faksi yang berbasis di Gaza.
Baik Israel maupun Mesir tidak secara resmi mengkonfirmasi pengaturan gencatan senjata yang dilaporkan.
Sebelumnya pada Senin, tembakan roket yang berasal dari Jalur Gaza menyebabkan tujuh orang Israel terluka.
Sebagai tanggapan, tentara Israel mengerahkan rudal pertahanan di sejumlah lokasi di seluruh negeri, menurut laporan media setempat.
Mereka juga mengerahkan dua brigade infanteri di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel sambil memanggil pasukan cadangan baru dari unit pertahanan udara.