Muhammad Abdullah Azzam
21 Agustus 2019•Update: 21 Agustus 2019
Emel Öz Gözellik
ANKARA
Satu petugas polisi India dan satu pemberontak tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok pemberontak di Jammu Kashmir, India.
Media setempat melaporkan bentrokan pecah setelah pasukan keamanan India melancarkan operasi di daerah Baramulla di Jammu Kashmir.
Pihak berwenang melaporkan seorang polisi dan seorang pemberontak tewas selama bentrokan itu.
Pasukan keamanan menyita senjata dan amunisi milik para pemberontak setelah bentrokan itu berakhir.
Ketegangan antara Islamabad dan New Delhi memuncak setelah India mencabut status quo Jammu dan Kashmir, yang memungkinkan penduduknya memberlakukan hukum mereka sendiri dan mencegah orang luar menetap atau memiliki tanah di wilayah itu.
Para pemimpin dan warga Kashmir khawatir langkah ini merupakan upaya India untuk mengubah demografi negara berpenduduk mayoritas Muslim, yang telah berjuang melawan kekuasaan India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki China.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.