Mohammad Sio
03 Januari 2024•Update: 08 Januari 2024
BEIRUT
Perdana Menteri Sementara Lebanon Najib Mikati pada Selasa malam mengutuk serangan di selatan ibu kota Beirut, dan menyebutnya sebagai “kejahatan baru Israel.”
Kelompok perlawanan Palestina Hamas membenarkan pembunuhan wakil ketuanya Saleh Arouri dalam serangan drone tersebut.
Hamas mengatakan dua komandan sayap bersenjatanya, Brigade Al-Qassam, juga tewas dalam serangan.
Kantor Berita Lebanon sebelumnya melaporkan bahwa Arouri tewas dalam serangan drone Israel di kantor Hamas di Mecherfeh di Beirut selatan.
Setidaknya enam orang tewas dalam serangan itu.
“Ledakan ini bertujuan untuk membawa Lebanon ke fase konfrontasi baru menyusul serangan yang terjadi setiap hari di wilayah selatan, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera,” sebut Mikati.
“Lebanon berkomitmen terhadap resolusi legitimasi internasional, khususnya Resolusi (PBB) 1701,'' imbuh dia.
“Namun, Israel-lah yang telah melanggar dan melampaui resolusi tersebut, karena mereka masih tidak puas dengan tingkat kematian dan kehancuran yang terjadi. Jelas bagi semua orang bahwa keputusan perang ada di tangan Israel, dan sangat penting untuk menahan dan menghentikan agresinya,'' ujar Mikati.
Dalam hal ini, Lebanon bermaksud untuk mengajukan gugatan mendesak kepada Dewan Keamanan PBB terkait serangan Israel tersebut, kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan.
Lebanon sebelumnya telah mengajukan beberapa pengaduan terhadap Israel di Dewan Keamanan, termasuk kasus-kasus terkait penargetan jurnalis di Lebanon selatan dan kota-kota perbatasan.