Muhammad Abdullah Azzam
29 April 2019•Update: 29 April 2019
Hamdi Yıldız
TRIPOLI
Kementerian Luar negeri yang terhubung dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) mengutuk keras terhadap serangan udara yang dilakukan jet-jet negara asing atas permintaan penjahat perang Khalifa Haftar.
Serangan udara yang dilancarkan oleh pesawat tempur negara asing itu menghantam wilayah Abu Salim, daerah padat penduduk di ibu kota Tripoli. Serangan tersebut membunuh dan melukai warga sipil, ungkap Kemenlu Libya dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kemenlu Libya itu mendesak Dewan Keamanan PBB, negara-negara besar dan komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab dalam menghentikan serangan, melindungi warga sipil, serta melakukan penyelidikan dan menghukum segera negara-negara asing yang terlibat dalam serangan itu.
Selain itu, pemerintah Libya mengatakan bahwa pasukan Haftar telah menduduki kilang-kilang minyak yang menjadi sumber pendapatan utama bagi rakyat Libya.
Untuk itu, pemerintah memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan menyebabkan kekacauan di pasar minyak internasional.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammad bin Abdurrahman Al Thani mengatakan melalui akun Twitter resminya, "Kami sangat mengutuk serangan mengerikan dan serangan bombardir secara acak terhadap permukiman sipil di ibu kota Libya, Tripoli.”