Rabia İclal Turan
06 Januari 2022•Update: 11 Januari 2022
ISTANBUL
Perwakilan khusus Turki dan Armenia pada 14 Januari akan melakukan pertemuan pertama untuk menormalkan hubungan kedua negara, kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Rabu.
Moskow akan menjadi tuan rumah pertemuan utusan khusus untuk membahas langkah-langkah terkait normalisasi hubungan bilateral Turki dan Armenia.
Serdar Kilic, mantan duta besar Ankara untuk Amerika Serikat (AS), ditunjuk sebagai utusan khusus Turki untuk membahas langkah-langkah menuju normalisasi dengan negara tetangga Armenia pada 15 Desember.
Tiga hari kemudian, Armenia menunjuk Wakil Ketua Majelis Nasional Ruben Rubinyan sebagai wakil khusus mereka untuk berdialog dengan Turki.
Dalam pertemuan pertama mereka, para utusan kedua negara akan bertukar pandangan tentang roadmap mereka untuk bergerak maju, termasuk langkah-langkah membangun kepercayaan, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam sebuah wawancara televisi pekan lalu.
Rusia pekan lalu mengumumkan bahwa mereka mendukung pembicaraan antara Turki dan Armenia untuk menormalkan hubungan, menekankan bahwa "seluruh dunia akan mendapat manfaat dari pembentukan kembali hubungan bertetangga ini."
Hubungan Turki dan Armenia telah lama mengalami ketegangan, mulai dari penolakan Armenia untuk mengakui perbatasan bersama mereka hingga insiden bersejarah dengan penduduk Armenia Kekaisaran Ottoman pada tahun 1915, selama Perang Dunia I.