Rıskı Ramadhan
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Selen Temizer, Muhammed Sheikh Yusuf
ASTANA, Kazakhstan
Putaran ke-9 perundingan Suriah di Astana, ibu kota Kazahkstan, terus berlanjut setelah delegasi oposisi Suriah tiba pada Selasa.
Delegasi oposisi terdiri dari 24 orang yang mewakili seluruh Suriah, menurut sumber yang hadir dalam perundingan tersebut itu.
Delegasi itu dipimpin oleh mantan perdana menteri pemerintah sementara Suriah Ahmed Tuma.
Agenda pertemuan itu termasuk pengkajian dokumen tentang kondisi tawanan dan sandera serta penyelesaian titik pemantauan gencatan senjata yang dibangun tentara Turki di Idlib, yang akan membuat sekitar 4 juta warga Suriah aman, kata sumber-sumber oposisi kepada Anadolu Agency.
Delegasi Turki, yang dipimpin oleh Deputi Sekretaris Kementerian Luar Negeri Turki Sedat Onal, telah memulai pertemuan dengan delegasi oposisi pada 0430 GMT.
Usai pertemuan tersebut, Turki, Iran dan Rusia diperkirakan akan mengadakan pertemuan trilateral negara penjamin.
Pertemuan utama yang akan dihadiri oleh semua pihak dan pembacaan deklarasi akhir diperkirakan akan diadakan menjelang sore.
Utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, memimpin delegasi Rusia. Delegasi Iran dipimpin oleh Deputi Menteri Luar Negeri Hossein Jaberi Ansari, sementara AS tidak berpartisipasi dalam perundingan.
Pertemuan hari pertama pada Senin membahas perkembangan di zona de-eskalasi, pelepasan tawanan dan sandera serta pembentukan komite konstitusi.
Delegasi dari Yordania dan Perwakilan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, ikut hadir sebagai pengamat dalam perundingan.
Tentara Turki telah mendirikan titik pemantauan gencatan senjata ke-11 di provinsi Idlib di Suriah sesuai dengan kesepakatan Astana, menurut laporan koresponden di lapangan.
Menurut kesepakatan Astana, Turki akan mendirikan 12 titik dari utara ke selatan Idlib.
Sebelumnya dalam putaran ke-8 perundingan Astana yang diadakan 21-22 Desember 2017 lalu, para delegasi telah mencapai kesepakatan dalam hal pembebasan tahanan dan pembersihan ranjau di situs bersejarah di Suriah.