Maria Elisa Hospita
05 Januari 2018•Update: 05 Januari 2018
Elahe Salari
ISTANBUL
Para ahli menyebutkan bahwa permasalahan ekonomi menjadi alasan utama di balik aksi demonstrasi di Iran baru-baru ini.
Hossein Kamali, sekretaris jenderal Partai Buruh Islam dan mantan menteri ketenagakerjaan Iran, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa alasan yang memicu aksi protes yang berlangsung sejak 28 Desember 2017 dan menyebar di seluruh penjuru negeri, adalah karena meningkatnya inflasi.
Menurut Kamali, peningkatan inflasi telah memperburuk standar hidup rakyat Iran.
Kamis lalu, warga Iran turun ke jalan-jalan di kota Masyhad dan Kashmar untuk memprotes pemerintah akan kenaikan inflasi dan kesalahan pengelolaan.
Sedikitnya 23 orang tewas - termasuk seorang anggota polisi - sementara ratusan lainnya ditahan.
Kamali menyarankan agar pemerintah menyertakan transparansi dalam anggaran program kerja tahun depan. Menurutnya, krisis dapat diatasi dengan mengadopsi "politik transparan".
Ia juga menyarankan pembentukan bisnis baru di bidang pertanian dan pertambangan untuk mengatasi masalah pengangguran, yang berdampak pada mayoritas penduduk.
Mahdi Pazouki, dosen Universitas Allameh Tabatabi di Teheran, mengatakan bahwa ekonomi Iran membutuhkan sebuah "disiplin".
Ia menambahkan bahwa Iran dapat belajar dari pengalaman Turki, negara yang mengalami inflasi tinggi selama tahun 1980an, namun saat ini termasuk jadi negara anggota G20.