Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 April 2019•Update: 19 April 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Delapan bulan setelah membentuk pemerintahannya, Perdana Menteri Imran Khan pada Kamis mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran dengan memperkenalkan sejumlah menteri baru dan perubahan jabatan, menurut sebuah pernyataan resmi.
Mantan Menteri Keuangan Dr. Abdul Hafeez Shaikh, yang dinyatakan tidak memiliki afiliasi dengan partai Khan Tehreek-e-Insaf (PTI), ditunjuk sebagai menteri keuangan.
Shaikh yang sebelumnya juga pernah menduduki jabatan yang sama pada kabinet mantan penguasa Jenderal Pervez Musharraf, akan menempati posisi itu menyusul pengunduran diri penasihat Khan, Asad Umar, Kamis pagi.
Mantan pejabat intelijen, purnawirawan Brigadir Ijaz Shah, telah ditunjuk sebagai menteri dalam negeri, posisi yang diduduki oleh Khan sejak September 2018. Shah sebelumnya adalah menteri urusan parlemen.
Menteri Informasi Fawad Chaudhry dipindahkan ke kementerian sains dan teknologi dan digantikan oleh Dr. Firdous Ashiq Awan, yang merupakan penasihat khusus perdana menteri untuk informasi dan penyiaran.
Mantan Ketua Senat Mohammad Mian Soomro ditunjuk sebagai Menteri Privatisasi.
Menteri Perminyakan Ghulam Sarwar Khan juga diganti dan ditugaskan di kementerian penerbangan.
Sementara itu, Senator Azam Swati, yang awal tahun ini dipaksa untuk mengundurkan diri oleh Mahkamah Agung dan perdana menteri atas dugaan keterlibatannya dalam penyiksaan terhadap keluarga pengungsi di Islamabad, ditunjuk sebagai menteri urusan parlemen.
Menteri Kesehatan Aamir Mahmood Kiani, yang mendapat kecaman keras atas kenaikan harga obat-obatan, dicopot dari kabinet.
Dia digantikan oleh Dr. Zafarullah Mirza, yang diangkat sebagai penasihat khusus perdana menteri untuk Layanan Kesehatan Nasional.
*Islamuddin Sajid berkontribusi pada berita ini dari Islamabad