Aydogan Kalabalik
22 November 2021•Update: 25 November 2021
TRIPOLI, Libya
Perdana menteri Libya mengajukan diri sebagai kandidat calom presiden dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember.
"Saya menjadi kandidat untuk melayani Anda (publik)," kata Abdul Hamid Dbeibeh, yang mendaftar langsung ke Komisi Pemilihan Tinggi Libya, kepada media.
Saif al-Islam Gaddafi, putra pemimpin terguling Muammar Gaddafi, juga telah mencalonkan diri pada 14 November.
Sedangkan Khalifa Haftar, pemimpin angkatan bersenjata ilegal, juga mencalonkan diri pada 16 November.
Jumat lalu, ratusan orang berkumpul di ibu kota Tripoli untuk memprotes pencalonan Gaddafi dan Haftar.
Sejauh ini, 56 orang telah mengajukan aplikasi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Libya, menurut keterangan komisi pemilihan umum.
Pada 16 Maret, Dbeibeh menjadi perdana menteri negara kaya minyak itu pada Februari di mana pihak-pihak yang bertikai di Libya menyetujui otoritas eksekutif baru.
Pemilihan presiden dan parlemen Libya akan berlangsung pada 24 Desember di bawah kesepakatan PBB yang dicapai oleh faksi-faksi politik Libya selama pertemuan di Tunisia.
Komisi pemilihan Libya pada 8 November membuka pendaftaran bagi kandidat capres meskipun ada ketegangan antara parlemen, Dewan Tinggi Negara, dan pemerintah persatuan atas undang-undang pemilu.
Permohonan pencalonan presiden akan diterima hingga 22 November dan hingga 7 Desember untuk pemilu parlemen.
Dbeibeh dipandang sebagai kandidat capres terkuat Libya.