Muhammad Abdullah Azzam
30 September 2019•Update: 01 Oktober 2019
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Sebanyak 94 pemukim Yahudi fanatik memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Otoritas Administrasi Lembaga Islam di Yerusalem menyatakan dalam sebuah pernyataan, polisi Israel melindungi 94 orang pemukim Yahudi fanatik yang memaksa masuk kompleks Masjid al-Aqsa pagi ini.
Para pemukim Yahudi fanatik itu menyerbu Masjid al-Aqsa melalui Gerbang Al-Magharibah (Maroko) di barat daya kompleks Masjid Al-Aqsa.
Para penyerbu menyebabkan ketegangan dan keributan antara warga Palestina dan polisi Israel di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan itu, para rombongan telah meninggalkan Masjid al-Aqsa setelah mengelilingi halaman sekitar masjid selama beberapa waktu.
Sebanyak 235 Yahudi fanatik yang melakukan perayaan Rosh Hashanah (Tahun Baru menurut kalender Ibrani) memasuki kompleks Masjid al-Aqsa kemarin.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama Perang Timur Tengah 1967.
Israel Secara resmi mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh dunia internasional.
Pada akhir 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah melarang menteri dan anggota parlemen memasuki kompleks al-Aqsa dalam upaya untuk menenangkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyusul serangan yang dilakukan berulang kali oleh pemukim Yahudi di situs tersebut.
Namun pada Juni, Netanyahu mencabut larangan tersebut, yang kemudian memungkinkan anggota Knesset (parlemen Israel) untuk mengunjungi kompleks tersebut setiap tiga bulan sekali.