Chandni
27 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Pemuka-pemuka agama dan politisi berkumpul di Toronto pada Senin untuk bersama-sama mengecam aksi seorang perempuan yang diduga merobek-robek halaman Al Quran dan menaruhnya di kaca depan mobil.
Dewan Muslim Peel di Toronto mengatakan polisi sedang menyelidiki kasus itu yang terjadi di tiga masjid pada 22 Maret lalu.
Sejumlah halaman Al Quran ditemukan tersangkut di kendaraan-kendaraan jemaat masjid itu.
Walikota Mississauga Bonnie Crombie mengatakan tindakan itu sangat tidak terpuji.
"Kami tidak bisa mentolerir intoleransi di kota ini," kata Crombie.
Direktur eksekutif Dewan Muslim Peel Rabia Khedr mengatakan masjid sekitar sudah meningkatkan keamanan untuk mencegah hal itu terjadi lagi.
Khedr juga mengatakan perempuan yang disangka melakukan itu, Sandra Solomon, sudah diketahui oleh penduduk setempat.
Aksi itu disiarkan langsung melalui grup Facebook berjudul "Never Again Canada" dan menunjukkan seorang perempuan merobek halaman-halaman Al Quran, yang menurutnya adalah "buku setan sesat".
Perempuan itu kemudian memasuki Pusat Islami Dar Al-Tawheed di Mississauga, menelusuri buku-buku yang ada, dan mengatakan semuanya adalah "sampah.
Imam masjid itu, Ibrahim Hindy, mengatakan dia sangat terbuka membahas agama, namun tidak dengan Solomon.
"Harap jangan pikir serangan terhadap masjid kami adalah upayanya untuk membuka percakapan atau mengkritik agama kami," kata Hindy kepada wartawan. "Apa yang dia lakukan jelas-jelas untuk memancing perselisihan."
Hindy juga mengatakan dirinya menerima sejumlah ancaman mati.
Video yang diunggah ke halaman Never Again Canada sudah dihapus, namun grup anti-Islam itu tetap aktif.