Muhammad Abdullah Azzam
11 Agustus 2020•Update: 12 Agustus 2020
Ayşe Yildiz
ANTALYA, Turki
Minat terhadap pariwisata halal yang menawarkan lebih banyak privasi meningkat di tengah pandemi yang menghantui para wisatawan, kata seorang pajabat operator tur internasional.
Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Emrullah Ahmet Turhan, sekretaris jenderal Organisasi Pariwisata Halal Internasional, mengatakan bidang pariwisata ini memahami perlunya privasi yang memberikan keunggulan pada masa-masa yang tidak pasti ini.
Pariwisata halal menawarkan paket yang dibuat khusus untuk para turis yang mematuhi hukum Islam, menawarkan layanan antara lain menginap di hotel yang tidak menyajikan alkohol dan fasilitas spa dan kolam renang terpisah untuk pria dan wanita.
Turhan mengatakan orang-orang dapat menikmati musim liburan musim panas mengikuti aturan jarak sosial, yang ditawarkan oleh pariwisata halal.
Berbicara tentang Turki, Turhan mengatakan hampir 30 hotel telah mengubah fasilitas mereka menjadi pariwisata halal.
Dia menekankan pariwisata halal adalah "bisnis serius" memperhatikan pendapatan secara global pada 2018 mencapai USD171 miliar.
Turhan mengatakan 121 juta Muslim di seluruh dunia melakukan perjalanan ke negara lain setiap tahun.
"Sekitar 8,5 juta Muslim datang ke Turki untuk liburan setiap tahun," ungkap dia menyoroti angka tersebut merupakan 10 persen dari wisatawan Muslim global.
Dia menambahkan setiap turis dalam bidang ini rata-rata menghabiskan setidaknya USD1.296 di Turki.