Michael Hernandez
WASHINGTON
Pemerintah Trump telah mengusulkan kepada Kongres untuk mengurangi secara besar-besaran jumlah pengungsi yang akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat (AS), seorang pejabat senior AS memberikan konfirmasi kepada wartawan Rabu.
Pemerintah mengusulkan bahwa selama tahun fiskal yang dimulai pada bulan Oktober dan berlangsung sampai akhir September 2018, maksimum hanya 45.000 pengungsi diizinkan tinggal di AS, kata pejabat yang menolak disebutkan namanya tersebut.
Jumlah tadi adalah yang angka terendah dalam beberapa tahun terakhir, dan hanya 40 persen dari jumlah terakhir diputuskan oleh pemerintahan Obama.
Pejabat tersebut secara kategoris menolak saran bahwa sementara penerimaan akan ditutup pada angka 45.000, jumlah pengungsi yang sebenarnya diperbolehkan masuk AS akan lebih sedikit.
"Kami memiliki setiap rencana untuk memproses sebanyak mungkin pengungsi di bawah plafon ini," kata pejabat tersebut. "Jumlah yang kami proses akan tergantung pada kemampuan kami untuk memproses, persyaratan pemeriksaan yang baru kami keluarkan, kapasitas wawancara dari DHS, terutama dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka..."
Presiden Donald Trump secara konsisten telah menganggap pencari suaka adalah masalah keamanan, dan dia berusaha menghentikan semua pengungsi.
Sebelumnya, Mantan Presiden Barack Obama ingin menerima 110.000 pengungsi pada tahun fiskal yang berakhir pada akhir bulan ini, namun penerimaan calon pengungsi akan melambat secara dramatis setelah Trump mengambil tindakan untuk menghentikan seluruh program pemukiman untuk para pengungsi di AS.
Trump diharapkan mengumumkan secara resmi keputusan tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah sudah mengusulkan untuk menerima 19.000 pengungsi dari Afrika, 5.000 pengungsi dari Asia, 1.500 pengungsi dari seluruh Amerika Latin dan Karibia, dan 17.000 orang pengungsi dari Timur Tengah dan Asia Selatan.
Dalam pidatonya di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu, Trump mengatakan bahwa seorang pengungsi akan menghabiskan 10 kali lipat biaya untuk proses pemukiman di AS, sebagaimana yang dilakukan Washington untuk membantu para pengungsi ini di negara asal mereka
Namun, jumlah baru 45.000 pengungsi itu telah mendapat kecaman dari lembaga-lembaga pengungsi.
"Gereja dan komunitas, pengusaha dan walikota, sangat prihatin atas keputusan pemerintah yang tak berperasaan dan tragis untuk menyangkal menerima pengungsi yang membutuhkan pertolongan," Linda Hartke, Presiden dan CEO Layanan Imigrasi dan Pengungsi Lutheran, berkata dalam sebuah pernyataan.
"Kami tidak takut dengan tetangga baru kami dan tidak tertipu oleh klaim yang kejam dan salah bahwa pengungsi merupakan ancaman bagi keselamatan kami. Warisan Amerika untuk menyambut pengungsi telah membuat kami lebih kuat dan lebih baik, dan penelitian pemerintah sendiri membuktikan bahwa para pengungsi membawa keuntungan ekonomi untuk negara kami melalui kerja keras mereka,” tambahnya.
news_share_descriptionsubscription_contact

