Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Pakistan menuduh pasukan perbatasan India melepaskan tembakan tak beralasan di sepanjang perbatasan Kashmir dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak.
"Pasukan Angkatan Darat India terpaksa melakukan penembakan tanpa alasan di Sektor Nekrun di sepanjang LOC (Garis Kontrol) dengan sengaja menargetkan penduduk sipil," kata pernyataan oleh Hubungan Masyarakat Antar Layanan (ISPR), juru bicara Angkatan Darat Pakistan, Selasa.
LOC adalah perbatasan de facto yang membagi lembah Himalaya yang disengketakan antara Pakistan dan India.
"Penembakan itu menewaskan seorang pria berusia 45 tahun dan seorang gadis berusia 3 tahun, menyebabkan tiga warga terluka dan tiga rumah terbakar," kata pernyataan itu.
Awal bulan ini, bentrokan terjadi setelah tiga warga Pakistan dan lima tentara India terbunuh di sepanjang LOC.
Ketegangan yang memuncak antara Pakistan dan India semakin memanas setelah pembatalan status khusus Kashmir yang disengketakan.
New Delhi menghapus semua ketentuan khusus yang diberikan kepada Jammu dan Kashmir berdasarkan Pasal 370 Konstitusi India.
India juga membagi provinsi itu menjadi dua wilayah serikat yang dikelola secara terpusat dan mengambil kekuasaan dari majelis.
Jammu dan Kashmir mengalami blokade komunikasi sejak 5 Agustus, yakni ketika India mengubah status quo negara bagian itu.
Pemerintah India kemudian memberlakukan pemadaman komunikasi total di wilayah tersebut untuk menghalangi demonstrasi dan menggagalkan pemberontakan.
Sejak 1954 hingga 5 Agustus 2019, Jammu dan Kashmir memiliki ketentuan khusus di mana kawasan itu memberlakukan hukumnya sendiri.
Ketentuan-ketentuan itu juga melindungi undang-undang kewarganegaraan, yang melarang orang luar menetap dan memiliki tanah di wilayah tersebut.