Ismail Cimen
31 Mei 2018•Update: 31 Mei 2018
Ismail Cimen
ANKARA
Kepala delegasi Turki untuk Majelis Parlemen NATO pada Rabu mengatakan, laporan dari aliansi menyebutkan bahwa PYD/YPG adalah cabang kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah.
Dalam sebuah pernyataan, Ahmet Berat Conkar memaparkan laporan berjudul "Ketidakstabilan di Selatan" yang menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa PYD/YPG adalah perpanjangan PKK di Suriah.
"Jika laporan itu diterima seperti adanya saat ini oleh Majelis Umum NATO pada November 2018, maka PYD/YPG akan secara resmi diakui sebagai cabang PKK di Suriah, yang artinya mereka adalah organisasi teror yang sama," tambah dia.
Pembahasan laporan itu dilakukan saat rapat Majelis Parlemen NATO di Warsawa, Polandia, pada 25-28 Mei.
Selama pertemuan tersebut, Conkar mengatakan bahwa Turki telah menegaskan bahwa PYD/YPG adalah perpanjangan PKK di Suriah, maka aspek ini harus dimasukkan dalam laporan.
Hanya satu dari seluruh anggota Majelis Parlemen NATO yang tidak setuju dengan Turki mengenai masalah ini.
PYD dan sayap militernya, YPG, adalah cabang jaringan teroris PKK di Suriah, yang telah menyatakan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun. Sejak PKK melancarkan kampanye terornya di Turki pada 1984, puluhan ribu jiwa telah tewas.
Amerika Serikat dan koalisi telah mengabaikan tautan kelompok PYD/YPG dengan PKK, yang mana dimasukkan dalam daftar kelompok teroris oleh AS dan Uni Eropa.
Turki telah berulang kali menyatakan keberatannya terhadap dukungan AS ke PYD/YPG, yang dianggap AS sebagai "sekutu yang dapat diandalkan" di Suriah.