Maria Elisa Hospita
28 Februari 2020•Update: 28 Februari 2020
Talha Ozturk
BELGRADE, Serbia
Kosovo akan menghapuskan pajak 100 persen yang dikenakan atas impor bahan baku dari Serbia dan Bosnia Herzegovina pada 15 Maret.
Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti, yang mulai menjabat awal bulan ini, menyebut langkah itu sebagai "niat baik."
"Itu adalah tanda kesiapan kami untuk mencapai kesepakatan dagang dan ekonomi dengan Serbia. Kami mendesak Serbia untuk berkomitmen mengakhiri kampanye penolakan pengakuan Kosovo," desak Kurti.
Dia juga menegaskan jika pihak Serbia tidak merespons secara positif, maka tarif akan diberlakukan kembali mulai 5 Juni.
Pada 2018, Kosovo mengenakan bea cukai 100 persen untuk produk yang diimpor dari Serbia dan Bosnia Herzegovina.
Itu adalah salah satu upaya agar Serbia mau mengakui kemerdekaan Kosovo, sekaligus menandai akhir dari perundingan antara kedua negara yang diprakarsai oleh Uni Eropa pada 2011.
Selama dua tahun terakhir, Kosovo mengabaikan panggilan UE dan AS untuk mencabut pajak.
Kosovo menyatakan merdeka dari Serbia pada 2008, sementara Beograd menegaskan negara itu adalah salah satu provinsinya.
Lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki, sudah mengakui kemerdekaan Kosovo, sementara Serbia, Rusia, dan China tak mengakuinya.