PARIS
Presiden Perancis Emmanuel Macron hari Rabu merestui kabinet yang disusun Perdana Menteri Edouard Philippe menyusul pengunduran diri empat menteri.
Keputusan itu diumumkan oleh Alexis Kohler, seketaris umum istana kepresidenan Perancis.
Florence Parly, mantan eksekutif perusahaan kereta dan penerbangan Perancis, ditunjuk sebagai menteri pertahanan baru.
Hari Selasa, Sylvie Goulard mengumumkan pengunduran dirinya sebagai menteri pertahanan, dengan alasan itu akan "menunjukkan jelas" niat baikknya terhadap investigasi tuduhan penyalahgunaan dana Uni Eropa.
Anggota Mahkamah Agung Nicole Belloubet diangkat menjadi menteri kehakiman setelah turunnya Francois Bayrou, pemimpin partai beraliansi tengah Democracy Movement (MoDem), dari jabatan tersebut.
Menteri dalam negeri Gerard Collomb, menteri ekologi Nicolas Hulot, menteri UE dan luar negeri Jean-Yves Le Drian, dan menteri ekonomi Bruno Le Maire tetap memegang posisi mereka.
Setengah dari kabinet menteri yang berisikan 28 anggota tersebut adalah wanita.
Sebelumnya pada Rabu, Bayrou dan menteri urusan Eropa Mariella de Sarnez, melepaskan jabatan mereka atas tuduhan memalsukan jabatan kerja di Parlemen Eropa bagi asisten partai mereka.
Partai Bayrou bersekutu dengan partai presiden Perancis yaitu La Republique En Marche! (LREM) dan bermain peran penting dalam memenangkan Marcon dalam pemilu beberapa bulan lalu.
Sarnez termasuk dalam 19 representatif Perancis dalam parlemen Eropa yang menghadapi dugaan pelanggaran dalam merekrut asisten.
Pengunduran diri tersebut terjadi sebelum 'reshuffle teknis' yang dijadwalkan setelah pemilihan parlemen Minggu lalu dimenangkan oleh persekutuan LREM dan MoDem.
Kemenangan partai yang didirikan Macron itu memberikan mereka kekuasaan untuk membentuk pemerintahan dengan 308 anggota parlemennya.