Maria Elisa Hospita
15 April 2020•Update: 16 April 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Turki mengecam Dewan Keamanan PBB yang dianggap lambat dalam merespons pandemi korona yang telah menginfeksi hampir dua juta jiwa di seluruh dunia.
"Semua orang sepakat DK PBB tidak bergerak cepat. Mereka bahkan baru membahas isu ini empat bulan setelah wabah ini menyebar. Ini sama sekali tidak bisa diterima," ujar Mevlut Cavusoglu dalam konferensi virtual yang digelar oleh Dewan Atlantik di Turki.
DK PBB menggelar pertemuan pertamanya pekan lalu, di mana Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan keterlibatan dewan "sangat dibutuhkan" untuk mengurangi dampak krisis keamanan global karena pandemi.
Menlu juga menuding Dewan Keamanan telah gagal menangani konflik internasional lainnya, termasuk konflik di Suriah.
"Lihatlah situasi di Suriah, Yaman, ataupun Libya. Ini perlu disesuaikan dengan tantangan global juga. Turki adalah pendukung kuat reformasi DK karena Presiden [Recep Tayyip] Erdogan berulang kali menekankan bahwa dunia tak hanya sekadar soal lima negara besar saja," kata dia lagi.
"Kita harus mendukung dewan dengan terus mendorong reformasinya," imbuh Cavusoglu.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Pandemi ini telah menginfeksi lebih dari 1,9 juta orang di seluruh dunia dan merenggut 123.300 nyawa.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat, ada sekitar 465.000 pasien yang sudah dinyatakan pulih.