Muhammad Abdullah Azzam
05 September 2020•Update: 05 September 2020
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Menteri luar negeri Turki dan sekretaris jenderal NATO pada Jumat membahas situasi di Mediterania Timur melalui sambungan telepon.
Mevlut Cavusoglu dan Jens Stoltenberg juga membahas perkembangan terkini seputar konflik di wilayah itu, menurut laporan sumber diplomatik.
Menteri luar negeri Turki pada Jumat mengatakan Menlu Yunani membantah untuk menyetujui inisiatif NATO untuk pertemuan tanpa syarat soal ketegangan di Mediterania Timur.
"Patut dicatat bahwa Yunani berbohong kepada sekretaris jenderal NATO [Jens Stoltenberg]. Mereka [Athena] pada awalnya setuju [tetapi] kemudian mengatakan bahwa mereka tidak melakukannya. Faktanya Yunani yang berbohong dan bukan sekretaris jenderal," kata Cavusoglu pada konferensi pers di ibu kota Ankara.
Pada Kamis, Stoltenberg mengumumkan bahwa Turki dan Yunani setuju untuk mengadakan pembicaraan teknis di NATO untuk mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur.
Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.
Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.
Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) - yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum - dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.
Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi win-win solution bagi semua pihak, kata otoritas Turki.