Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Februari 2019•Update: 14 Februari 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo agar tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Venezuela, termasuk aksi militer, kata kementerian luar negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
Keduanya melakukan percakapan melalui telepon di mana Lavrov menyatakan kesiapannya untuk membahas situasi tersebut dalam kerangka Piagam PBB.
Ketegangan politik di negara Amerika Latin itu meningkat sejak pemimpin oposisi Guaido menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden akhir bulan lalu, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara Rusia, Turki, China, Iran, Bolivia dan Meksiko tetap mendukung Presiden Nicolas Maduro.
Menanggapi niat Pompeo untuk memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia atas serangan agen saraf di AS, Lavrov menekankan bahwa langkah yang dibenarkan oleh Washington ini hanya akan memperburuk situasi dalam hubungan bilateral dan atmosfer di panggung dunia.
Mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya diduga diracun dengan agen saraf di Salisbury pada Maret lalu.
Pemerintah Inggris menuding Rusia berada di balik percobaan pembunuhan itu, tuduhan yang kemudian dibantah oleh Moskow.
Inggris mengusir 23 diplomat Rusia, sementara 121 diplomat lainnya diusir di seluruh dunia saat terjadi krisis diplomatik.