Handan Kazancı
08 Juli 2021•Update: 08 Juli 2021
ANKARA
Menteri pertahanan Turki dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu membahas via telepon tentang situasi terbaru keamanan bandara ibu kota Afghanistan setelah penarikan NATO dari negara itu, kata Kementerian Pertahanan Turki.
Menhan Turki Hulusi Akar dan Menhan AS Lloyd Austin membahas kelanjutan pembicaraan tentang operasi dan keamanan Bandara Internasional Hamid Karzai di ibu kota Kabul, kata kementerian itu.
Percakapan via telepon itu berlangsung positif dan konstruktif, kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa kedua pejabat memutuskan untuk melanjutkan diskusi pada Kamis.
Bulan lalu, delegasi Departemen Luar Negeri AS dan pejabat Pentagon tiba di Ankara untuk membahas kemajuan dalam upaya menjaga Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul agar tetap beroperasi setelah penarikan pasukan AS, yang akan berakhir pada 11 September.
Kedua pihak kemudian setuju untuk melanjutkan diskusi, kata pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.
Situasi di Afghanistan memanas setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa semua pasukan Amerika akan ditarik dari negara yang dilanda perang itu pada 11 September, dan sekutu NATO melakukan hal yang sama.
Biden dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas masalah ini pada KTT para pemimpin NATO di Brussels bulan lalu.
Ankara telah menjalankan operasi militer dan logistik di bandara Kabul selama enam tahun dalam Misi Dukungan Tegas yang dipimpin NATO.
Turki, yang pasukannya di Afghanistan selalu terdiri dari pasukan non-kombatan, dilaporkan telah menawarkan diri untuk menjaga bandara karena masih ada pertanyaan tentang bagaimana keamanan akan terjamin di sepanjang rute transportasi utama dan di bandara, yang merupakan pintu gerbang utama ke Ibu Kota Kabul.