Servet Günerigök
23 Februari 2022•Update: 24 Februari 2022
WASHINGTON
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin pada Selasa mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menghindari perang meski Moskow telah memerintahkan pasukannya untuk pindah ke timur Ukraina.
Austin mengatakan AS akan terus bekerja sama dengan Kyiv menjelang pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Pentagon.
"Invasi terbaru Rusia mengancam perdamaian dan keamanan dan kemakmuran Ukraina dan komunitas transatlantik," kata Austin.
"Putin masih bisa menghindari perang pilihan yang tragis dan besar-besaran."
Kuleba dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.
Setelah pidato pada Senin malam yang mengatakan Rusia akan mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri di Ukraina timur, Putin mengumumkan bahwa Moskow akan mengirim pasukan ke wilayah itu untuk “menjaga perdamaian.”
Pengumuman itu menuai kecaman global yang luas sebagai pelanggaran Piagam PBB dan hukum internasional, di mana negara-negara Barat bersumpah untuk menjatuhkan sanksi baru yang keras.
Pada 2014, setelah menginvasi Semenanjung Krimea Ukraina, Moskow mulai mendukung pasukan separatis di Ukraina timur melawan pemerintah pusat -- sebuah kebijakan yang telah dipertahankan selama tujuh tahun terakhir.
Konflik tersebut telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa, menurut PBB.
Sejak invasi Rusia ke Krimea tahun 2014, masyarakat Tatar Turki di Krimea telah melaporkan penganiayaan oleh otoritas Rusia.
Langkah terbaru mengikuti Rusia mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan Ukraina, dan negara-negara Barat mengatakan penumpukan itu adalah awal dari invasi, tuduhan yang dibantah Rusia.