Maria Elisa Hospita
26 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Muhammed Emin Canik
CARACAS
Meskipun sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington, Venezuela akan terus menjual minyaknya ke Amerika Serikat.
"Kami memiliki hubungan multimensional dengan AS. Kami telah memutuskan hubungan diplomatik dan politik dengan pemerintah AS, tetapi hubungan kami yang lainnya akan berlanjut," jelas Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di Istana Presiden Miraflores di Caracas.
“Jika mereka ingin membeli kentang, kami akan menjual kentang. Jika mereka ingin membeli minyak, kami akan menjual minyak. Jika mereka tidak ingin membeli apapun, kami pun tidak akan menjualnya," kata dia lagi.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro - yang unggul dalam pemilihan umum yang diboikot oposisi - dilantik untuk masa jabatan kedua.
Pada Rabu, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.
Maduro telah mengecam langkah itu dan menyatakan negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS, sekaligus mempersilakan para diplomat Amerika untuk meninggalkan Venezuela secepatnya.
Maduro berulang kali mengecam Washington, yang menurutnya mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahannya di tengah kampanye sanksi.
Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika telah mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela, sementara Bolivia dan Meksiko menyatakan dukungan untuk Maduro.