Aamir Latif dan By Islamuddin Sajid
KARACHI/ISLAMABAD, Pakistan
Setidaknya 133 orang tewas dan lebih dari 150 orang luka-luka akibat dua dugaan ledakan bom bunuh diri yang menyasar massa pemilu di sebelah barat daya dan barat laut Pakistan pada Jumat, lapor media dan pejabat setempat.
Pelaku yang diduga meledakkan bom bunuh diri melancarkan serangan terhadap massa pemilu di distrik Mastung yang terpencil yang merupakan bagian dari provinsi Balochistan yang kaya mineral, Menteri Kesehatan Balochistan Faiz Kakar mengatakan kepada media.
Setidaknya 128 orang tewas akibat ledakan, ungkap Menteri Dalam Negeri Balochistan Agha Umar Bangulzai kepada media.
Korban tewas termasuk seorang kandidat dari Mastung, Siraj Raisani, saudara laki-laki Kepala Menteri Balochistan, Nawab Aslam Raisani.
Media lokal Express News mengatakan bahwa sejumlah saksi mata dan petugas pemilu melaporkan terduga bomber itu meledakkan diri tak lama sesudah Raisani berjalan ke panggung untuk berpidato kepada massa.
Jaringan teroris global Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu dalam website "Amaq Agency".
Ditakutkan korban tewas akan terus bertambah sebab masih banyak korban luka yang dalam kondisi kritis.
Sebelumnya, seorang terduga bomber bunuh diri menabrakkan sepeda motornya yang sudah dipenuhi dengan bahan peledak ke sebuah kendaraan lain beberapa menit sesudah kampanye pemilu di distrik Bannu yang terpencil yang membatasi daerah Waziristan Utara, menewaskan lima orang dan melukai 30 lainnya.
Politisi senior Akram Khan Durrani, kandidat dari aliansi religius lima partai Muttehida Majlis Amal (MMA), merupakan target serangan itu namun berhasil selamat tanpa cedera, jelas media lokal ARY News.
Durrani, mantan kepala menteri provinsi Khyber Pakhtunkhawa di sebelah barat laut, bersaing dengan Imran Khan, seroang mantan atlet kriket terkenal, di Bannu.
Durrani mengatakan kepada ARY News bahwa dia sedang tidak berada di venue ketika ledakan terjadi.
Ini adalah serangan kedua terhadap kandidat MMA di Bannu dalam dua pekan terakhir.
Tidak ada kelompok yang mengaku terlibat dalam dua ledakan itu, namun aparat keamanan menuduh Taliban Pakistan yang sudah lama menargetkan ledakab bom bunuh diri terhadap aparat keamanan dan warga sipil.
Pengeboman terakhir terjadi menyusul ledakan saat kampanye pemilu pada awal pekan ini di Peshawar, ibu kota Khyber Pakhtunkhawa, yang menewaskan 21 orang termasuk seorang kandidat pemilu.
Tehrik-e-Taliban-Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan Peshawar.
Pemilu Pakistan dijadwalkan pada 25 Juli mendatang.
Perdana Menteri Sementara Hakim Nasir-ul-Mulk mengutuk rangkaian serangan teror dan memerintahkan aparat keamanan untuk menjamin keamanan massa dan acara pemilu.
news_share_descriptionsubscription_contact
