Maria Elisa Hospita
22 Oktober 2020•Update: 22 Oktober 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Kyrgyzstan akan menggelar pemilihan parlemen ulang pada 20 Desember.
Komisi Pemilihan Pusat (CEC) negara itu mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah pertemuan para anggota CEC.
Hasil pemilihan parlemen yang digelar pada 4 Oktober dibatalkan karena diprotes oleh massa pendukung 12 partai politik yang gagal melewati ambang batas suara tujuh persen.
Anggota CEC juga menyetujui langkah-langkah praktis dan terorganisir serta perkiraan anggaran untuk persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara untuk memilih majelis 120 kursi negara Asia Tengah itu.
Pada Jumat, Parlemen Kyrgyzstan mencabut status masa darurat di Bishkek dan menerima pengunduran diri Presiden Sooronbay Jeenbekov.
Masa darurat diberlakukan oleh Presiden Jeenbekov untuk mencegah kerusuhan.
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan 590 lainnya terluka.
Perdana Menteri Kyrgyzstan Sadyr Zhaparov yang baru diangkat pada Kamis mengumumkan bahwa dia akan mengambil alih kekuasaan presiden.
Jeenbekov sebelumnya menolak mundur dan hanya akan mundur setelah pemilihan parlemen baru.