12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kunjungan balasan yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo ke Turki beberapa waktu lalu dianggap sebagai awal yang baik untuk semakin mempererat hubungan kedua negara.
Berdasarkan informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hasil kunjungan tersebut menghasilkan penanaman investasi dari Turki ke Indonesia sebesar USD 520 juta atau Rp 6,7 triliun.
Investasi tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman antara PT PAL dengan Karadeniz Holding perusahaan Turki yang bergerak di bidang penyediaan kapal pembangkit listrik senilai USD 320 juta dan kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry senilai USD 200 juta.
Pengamat hubungan Indonesia-Turki, Ari Julianto, mengatakan sudah sejak lama Turki ingin memperluas hubungan kerja sama dengan negara berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia. Keinginan tersebut dimulai dengan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia tahun 2015 silam yang disambut dengan kunjungan balasan Joko Widodo belum lama ini.
“Spirit kerja sama kedua negara sangat besar khususnya di bidang ekonomi. Kesepakatan yang sudah dilakukan misalnya untuk sektor industri strategis dan pertahanan. Pada bulan Mei lalu tank tempur buatan bersama PT Pindad dan FNSS Turki bernama Kaplan MT di Pameran Industri Pertahanan Antar Bangsa ketiga belas di Istanbul,” urai mahasiswa program doktoral di Turki ini.
Menurutnya, hal yang menarik dari kerja sama dengan Turki adalah keinginan Turki untuk melakukan transfer dan alih daya teknologi kepada Indonesia, bukan hanya sekedar penjualan suku cadang untuk peralatan pertahanan saja.
Kerja sama terbaru yang dilakukan dengan Turki terkait penyediaan kapal pembangkit listrik untuk memasok kebutuhan listrik di pulau-pulau terluar di Indonesia.
“Harga listrik di Turki jauh lebih murah dari Indonesia. Dengan biaya 40-50 Lira (Rp 148 ribu-Rp 185 ribu) perbulan listrik bisa digunakan untuk keperluan dan penggunaan berbagai alat elektronik. Jadi kerja sama ini sangat menguntungkan,” ungkapnya.