24 September 2025•Update: 30 September 2025
ANKARA
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk inisiatif dialog Semenanjung Korea guna mencapai denuklirisasi Korea Utara melalui dialog, kata kantor kepresidenan negara itu pada Rabu.
Lee bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di sela-sela Sidang Umum PBB pada Selasa dan menguraikan inisiatif dialog berdasarkan "pertukaran … normalisasi dan denuklirisasi" untuk mengakhiri konfrontasi dan membuka era perdamaian baru di Semenanjung Korea, menurut Yonhap News.
"Presiden Lee mengatakan bahwa perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea berkaitan langsung dengan perdamaian dan keamanan global, dan meminta dukungan PBB untuk bergerak melampaui konflik dan konfrontasi menuju dialog dan kerja sama," demikian pernyataan kantornya.
Sekjen PBB menyambut baik inisiatif tersebut sebagai “pendekatan yang bijaksana” dan dia menjanjikan dukungan aktif dari PBB, sembari berjanji untuk memperdalam kerja sama dengan Seoul.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Selasa, Lee mengakui bahwa denuklirisasi Semenanjung Korea tidak mungkin dilakukan dalam jangka pendek, dan mengatakan Seoul ingin mengakhiri "lingkaran setan" permusuhan dengan Pyongyang serta ketegangan militer antar-Korea.
Pyongyang telah menyatakan bahwa pembicaraan apa pun dengan masyarakat internasional akan dilakukan hanya setelah Korea Utara diakui sebagai negara nuklir.