Muhammad Abdullah Azzam
03 November 2020•Update: 03 November 2020
Aykut Karadag, Merve Aydogan
ANKARA
Jumlah korban tewas akibat gempa besar di Aegea Turki meningkat menjadi 92 jiwa, kata Badan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) negara itu pada Senin.
Sekitar 1.323 gempa susulan melanda daerah itu sejak gempa pada Jumat, dengan 43 di antaranya berkekuatan di atas 4.0 SR, kata AFAD dalam sebuah pernyataan.
AFAD menambahkan bahwa 994 orang terluka, dan 847 dari mereka sudah keluar dari rumah sakit dan 147 lainnya masih dirawat.
Berbicara pada konferensi pers Senin di Izmir, Menteri Lingkungan dan Urbanisasi Murat Kurum mengumumkan jumlah bangunan yang rusak berat dan hancur bertambah menjadi 58.
Menanggapi masalah korban gempa yang menghadapi cuaca dingin, Kurum meminta mereka untuk berlindung di wisma lokal.
"Kami memulai proses untuk mendirikan kota kontainer. Kami akan mendirikan kota kontainer dengan kapasitas untuk menampung 1.000 orang di area seluas 46.300 meter persegi di kabupaten Bayrakli," tambah dia.
Pada Jumat, gempa bumi berkekuatan 6,6 SR melanda Izmir, kota terbesar ketiga di Turki, dengan populasi sekitar 4,37 juta.
Bantuan untuk korban gempa
Menteri Keluarga, Tenaga Kerja dan Sosial Zehra Zumrut Selcuk juga mendesak para korban gempa untuk berlindung di wisma umum, yang menurutnya memiliki kapasitas 7.000, yang dapat ditingkatkan jika diperlukan.
Dia menambahkan bahwa bantuan tambahan sebesar 5 juta lira Turki (sekitar USD595.000) dikirim ke wilayah itu pada Jumat oleh kementeriannya.
Tempat tinggal sementara telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan tempat berlindung di kota, dengan lebih dari 3.500 tenda, di dalamnya terdapat sekitar 24.400 selimut, 13.300 tempat tidur, 5.500 perlengkapan tidur, 2.600 peralatan dapur, dan toilet.
Sejauh ini, lebih dari 105 orang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan saat upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.
Elif Perincek, seorang gadis berusia tiga tahun, dikeluarkan dari puing-puing di distrik Bayrakli hampir 65 jam setelah gempa pada Senin.
Idil Sirin, seorang gadis berusia 14 tahun, juga dikeluarkan dari reruntuhan 58 jam setelah gempa dan kini telah dibawa ke rumah sakit setempat.
Turki, yang terletak di beberapa garis lempeng aktif, adalah salah satu zona seismik paling aktif di dunia.
Negara ini telah mengalami gempa bumi dahsyat di tahun-tahun sebelumnya, termasuk gempa Marmara pada 1999.