ISTANBUL
Badan Bahasa Turki (TDK), pusat pengembangan resmi bahasa Turki, memperingati hari pendirian pada 12 Juli.
Lembaga yang didirikan pada 1932 atas inisiatif Mustafa Kemal Ataturk, pendiri dan presiden pertama Republik Turki, menyebarkan dan mengajarkan bahasa Turki ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Yaman.
Mohammed Adel, pendiri program “Dunia Baru Kami”, sebuah pusat pengajaran bahasa Turki di kota Taiz di barat daya Yaman, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk menyebarkan budaya Turki dengan mengajarkan bahasa Turki kepada kaum muda.
Dengan menggunakan metode pengajaran yang disederhanakan, inisiatif ini dimulai pada awal 2018 lewat saluran YouTube pendidikan yang berfokus pada pengajaran kata-kata Turki sederhana dan menyoroti kehidupan beberapa keluarga Yaman yang nenek moyang berasal ari Turki dan berkeluarga di Yaman selama Kekaisaran Ottoman.
“Nama inisiatif tersebut mengacu pada Turki sebagai ‘dunia baru’ bagi Yaman untuk dijelajahi dan ditemukan melalui mempelajari bahasa dan budayanya, selain belajar dari pengalaman politik dan ekonominya,” tambah Adel.
Mereka membangun hubungan sejarah yang besar antara Yaman dan Turki sejak berdirinya Kekaisaran Ottoman, dengan kontribusi serial drama, film dan lagu Turki, pemuda Yaman tertarik untuk belajar dan mempraktekkan bahasa Turki dalam kehidupan sehari-hari mereka sebanyak mungkin.
Adel mencatat bahwa belajar bahasa Turki adalah “alat utama” bagi banyak siswa Yaman yang ingin melanjutkan pendidikan mereka di Turki karena menjadi “salah satu tujuan pilihan untuk studi pascasarjana di kalangan orang Yaman.”
“Sejak 2018, lebih dari 1.500 siswa di kota Taiz telah mengikuti pelajaran tatap muka dan online, beberapa di antaranya juga menjadi guru,” imbuh dia.
Bertahan dari krisis
Pusat tersebut merupakan satu-satunya tempat di Yaman untuk belajar bahasa Turki karena program bahasa Turki di Fakultas Linguistik Universitas Sana'a ditutup karena konflik bersenjata yang meletus pada akhir tahun 2014.
Nasser Albishari, seorang mahasiswa doktoral Yaman di Universitas Yildirim Beyazit Ankara dan lulusan departemen bahasa Turki di Universitas Sana'a, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa karena hubungan historis Turki dengan Yaman, dia lebih suka belajar bahasa Turki daripada bahasa Italia dan Inggris.
“Pada 2011, saya bergabung dengan angkatan keempat mahasiswa bahasa Turki di Universitas Sana'a dan lulus dengan beberapa rekan saya pada 2014 sebagai angkatan terakhir sebelum program ditutup oleh pemberontak Houthi dan kemudian diganti dengan bahasa Persia pada 2016,” ujar Albishari.
Jurusan bahasa Turki awalnya dibuka pada 2007 dengan hanya empat dosen. Pada 2013, Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) membawa beberapa perkembangan ke departemen tersebut karena telah mendirikan perpustakaan sendiri, kantor departemen, ruang staf pengajar dan ruang kelas tambahan.
Kedutaan Besar Turki juga membantu menyelenggarakan beberapa kegiatan, antara lain program sekolah musim panas yang berlangsung di Turki selama sebulan, yang diikuti Albishari pada 2013.
“Sayangnya, penutupan jurusan membuat 149 mahasiswa tidak bisa menyelesaikan studinya,” tutur dia.
Menemukan pasangan
Bahasa Turki banyak merubah hidup Albishari, terutama bertemu dengan istrinya yang kuliah di jurusan yang sama.
“Menguasai bahasa Turki memudahkan saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 Sastra Turki di Universitas Gazi di ibu kota Ankara,” ujar dia.
Albishari juga menyoroti bahwa bahasa Turki membantunya membangun hubungan baru, memfasilitasi bisnis, dan membangun jembatan budaya dan sosial antara Turki dan Yaman.
Inisiatif "Dunia Baru Kami" saat ini sedang mengerjakan rekaman lagu dalam bahasa Turki berjudul "Meskipun Semuanya" yang dibawakan oleh siswa muda Yaman di Taiz.
“Lagu tersebut berbicara tentang cinta, perang dan perdamaian, yang bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa meski terjadi perang tujuh tahun di Yaman, cinta dan perdamaian masih mungkin terjadi,” pungkas Adel.
news_share_descriptionsubscription_contact
