Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Februari 2019•Update: 12 Februari 2019
Addis Getachew dan Seleshi Tessema
ADDIS ABABA, Ethiopia
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu menyerukan konferensi internasional tentang Libya untuk memetakan jalan ke depan bagi negara yang berada dalam masalah itu.
"Terlepas dari upaya Afrika selama beberapa tahun terakhir, konflik di Libya masih belum selesai," kata Moussa Faki Mahamat mengatakan pada pembukaan KTT Kepala Negara dan Pemerintahan Afrika ke-32 di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Abu Ghait juga menguatkan seruan untuk solidaritas internasional terhadap Libya.
“Liga Arab melihat situasi di Libya sebagai keprihatinan besar bagi Afrika dan dunia Arab. Kami berkomitmen untuk membawa perdamaian dan stabilitas dengan mendukung dialog damai antara semua faksi,” ujar Ghait.
“Rakyat Libya membutuhkan konsensus, konstitusi yang berfungsi dan pemilihan umum. Kami siap mendukung upaya ini," tambahnya.
Faki Mahamat juga menyerukan peningkatan hubungan Arab-Afrika, mengatakan bahwa ikatan yang ada saat ini masih jauh di bawah harapan.
Dia mengatakan bahwa dia berharap pertemuan puncak Arab-Afrika dapat diadakan akhir tahun ini.
Sebagai pencapaian pada 2018, sang ketua komisi mengutip keputusan para pemimpin Afrika soal paspor Afrika, transportasi udara tunggal Afrika dan perpindahan manusia secara bebas.
Bill Gates menekankan soal sumber daya manusia
Menjadi pembicara tamu di KTT itu, Bill Gates mendesak negara-negara Afrika untuk memberikan prioritas pada apa yang dia sebut sebagai pengembangan sumber daya manusia.
Yayasan Bill dan Melinda selama dekade terakhir telah menjadi nama yang populer di Afrika karena badan amal itu berfokus pada intervensi kesehatan di benua tersebur dengan total investasi sebesar USD15 miliar.
"Saya percaya bahwa bakat manusia adalah alat bagi Uni Afrika untuk mencapai tujuan utamanya," kata Gates, merujuk pada Agenda 2063 yang menargetkan Afrika menjadi benua yang damai dan makmur.