Megiza Soeharto Asmail
23 November 2018•Update: 24 November 2018
Tolga Akbaba, Dmitri Chirciu and Tayfur Bayrakli
ANKARA
Hubungan militer dan energi yang kuat antara Rusia dan Turki membentuk kembali dunia, kata para peserta di sebuah forum di ibu kota Turki, Ankara, Kamis.
Pensiunan Jenderal Rusia Aleksandr Vladimirov mengatakan dalam forum bertajuk "Hubungan Turki-Rusia: Membentuk Masa Depan", Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekannya dari Rusia Vladimir Putin disebut telah meletakkan landasan untuk membangun sebuah arsitektur dunia baru dengan proyek gas alam TurkStream.
Proyek TurkStream adalah jalur pipa gas ekspor yang akan menyeberang di bawah Laut Hitam dari Rusia ke Turki dan meluas ke perbatasan Turki dengan negara-negara tetangga.
"Hanya melalui dialog, masalah di dunia dapat dipecahkan," tambah Vladimirov.
Ilya Kramnik, seorang ahli pertahanan dan keamanan dari Dewan Hubungan Internasional Rusia (RIAC), mengatakan bahwa setelah 2015, hubungan militer antara Turki dan Rusia mulai terlihat perkembangan baru.
Menyebut perjanjian 2017 Turki yang ingin membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia - yang rencananya akan diserahkan tahun depan - Kramnik menyebut tidak ada perjanjian kerja sama dari sektor ini sebelumnya."
Kramnik menggarisbawahi bahwa produk industri pertahanan Turki juga mendapat perhatian Rusia.
"Turki telah mencapai sukses besar dalam pesawat udara tak berawak," katanya, seraya menambahkan bahwa mungkin ada kerja sama antara kedua negara dalam hal ini.
Yusuf Alabarda, seorang pensiunan perwira Turki dan ahli keamanan, mengatakan kerja sama militer antara Turki dan Rusia telah mendapatkan momentum. Dia pun menilai bahwa 'langkah serius' telah diambil dalam industri pertahanan Turki dalam beberapa tahun terakhir.
Pada hari Senin, kedua presiden Turki dan Rusia menghadiri upacara di Istanbul menandai penyelesaian bagian kunci dari pipa TurkStream