Turki, Dunia

Kementerian Kesehatan: Tidak ada kasus cacar monyet terdeteksi di Turki

Pihak berwenang waspada karena lebih dari 100 kasus baru-baru ini ditemukan di puluhan negara di eluruh dunia

Burcu Çalık Göçümlü   | 23.05.2022
Kementerian Kesehatan: Tidak ada kasus cacar monyet terdeteksi di Turki Warga Turki. (Foto file - Anadolu Agency)

ANKARA

Kementerian Kesehatan Turki pada Minggu menyampaikan sejauh ini tidak ada kasus cacar monyet yang dilaporkan di Turki.

Penyakit ini diketahui menjadi endemik di beberapa bagian Afrika, tetapi penyebarannya di Eropa dan Amerika telah menimbulkan kekhawatiran bahwa virus ini dapat menyebar ke seluruh dunia.

Lebih dari 100 dugaan kasus atau yang sudah dikonfirmasi baru-baru ini terjadi di Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Israel, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris, dan AS.

Kementerian Kesehatan Turki menjelaskan bahwa penyakit virus ini biasanya sembuh sendiri dengan gejala berlangsung antara 14 hingga 21 hari.

Apa itu cacar monyet?

Cacara monyet atau monkeypox bukanlah penyakit baru. Virus DNA ini awalnya ditemukan pada monyet pada tahun 1958.

Kasus manusia pertama terjadi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Monkeypox adalah anggota keluarga virus yang sama dengan cacar dan memiliki gejala sangat mirip tetapi secara klinis tidak terlalu parah.

Virus memiliki dua strain utama: Afrika Barat dan Kongo (Afrika Tengah).

Kenapa baru masuk berita sekarang?

Virus ini sebelumnya diketahui mewabah di 11 negara di Afrika Tengah dan Barat, khususnya Nigeria dan Kongo.

Sementara angka pastinya masih belum diketahui, diperkirakan ada beberapa ratus kasus setiap tahun di Afrika.

Virus ini kadang-kadang menyebar melalui hewan atau manusia yang terinfeksi, tetapi besarnya wabah saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyebaran virus yang sangat tidak biasa membuat para ilmuwan bingung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih banyak kasus akan dilaporkan dan sedang mengerjakan panduan lebih lanjut untuk negara-negara tentang cara menghentikan wabah.

Bagaimana penyebarannya?

Berlawanan dengan namanya, virus ini lebih sering ditemukan pada hewan pengerat seperti tupai, tikus, dan mencit yang semuanya dapat menularkannya ke manusia.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, dan seprai.

Penyebaran dari manusia ke manusia dimungkinkan melalui pernapasan yang dapat ditularkan selama kontak tatap muka dan jarak dekat yang berkepanjangan.

Apa tanda-tanda dan gejalanya?

Cacar monyet menyebabkan demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan lesi kulit, atau ruam.

Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan ciri khas cacar monyet dibandingkan dengan penyakit lain yang awalnya tampak serupa seperti cacar, cacar air, dan campak.

Masa inkubasi rata-rata 6 sampai 13 hari.

Lima hari pertama ditandai dengan demam, sakit kepala parah, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, dan lemas, dengan ruam kulit biasanya mulai 1-3 hari setelah demam dimulai.

Virus ini dapat muncul pada wajah, kaki dan telapak tangan, dalam mulut, alat kelamin dan mata.

Ruam, yang bisa terasa gatal atau nyeri, melalui tahapan yang berbeda sebelum akhirnya mengering dan membentuk koreng yang akhirnya rontok.

Diagnosa

Riwayat perjalanan atau kontak dengan orang yang menunjukkan gejala merupakan elemen penting dalam mendiagnosis kasus suspek cacar monyet.

Tes PCR tidak mungkin memberikan hasil yang meyakinkan karena virus tetap berada dalam darah untuk waktu yang singkat.

PCR adalah "tes laboratorium yang disukai karena akurasi dan sensitivitasnya," menurut WHO, dengan sampel diagnostik terbaik adalah sampel dari lesi kulit.

Orang yang melakukan kontak dengan hewan atau individu dengan infeksi monkeypox dikonfirmasi harus dipantau gejalanya selama 21 hari.

Bisakah ada infeksi tanpa gejala?

Meski belum diketahui secara pasti, namun diyakini bahwa cacar monyet tidak menyebabkan infeksi tanpa gejala seperti Covid-19.

Seberapa berbahaya itu?

Sebagian besar kasus ringan dan hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu.

Namun, infeksi berat telah terlihat pada individu dengan gangguan sistem imun dan anak-anak.

Baru-baru ini, rasio kematian sekitar 3-6 persen, menurut WHO.

Tingkat kematian varian Kongo dapat mencapai 11 persen, sedangkan yang Afrika Barat memiliki rasio yang jauh lebih rendah yaitu 1 persen.

Apakah vaksin cacar efektif melawan cacar monyet?

Menurut WHO, data masa lalu dari Afrika menunjukkan bahwa vaksin cacar bisa hingga 85 persen efektif dalam mencegah infeksi cacar monyet.

Namun, suntikan cacar belum diberikan sejak tahun 1980, ketika dunia dinyatakan bebas dari penyakit, yang berarti bahwa sebagian besar populasi global saat ini tidak divaksinasi.

Juga tidak ada obat khusus untuk mengobati cacar monyet, tetapi obat-obatan dengan bahan aktif seperti cidofovir dan brincidofovir telah terbukti bermanfaat.

Apakah pandemi baru dapat terjadi?

Sebuah pandemi baru tetap tidak mungkin karena sejumlah alasan.

Tanpa kasus tanpa gejala dan gejala yang sangat jelas, pasien biasanya diisolasi sebelum mereka menginfeksi orang lain.

Penularan antar manusia juga membutuhkan kontak dekat yang lama. Kondisi ini membatasi potensi penyebaran di antara komunitas.

Faktor lainnya adalah monkeypox merupakan virus DNA yang tidak bermutasi secepat Covid-19.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın