Muhammad Abdullah Azzam
26 Januari 2021•Update: 26 Januari 2021
Havva Kara Aydin, Sena Guler
ANKARA
Meski hampir semua awaknya yang diculik adalah warga Turki, kapal kargo yang dibajak di lepas pantai Nigeria pada akhir pekan bukan milik Turki atau terdaftar di Turki, kata seorang eksekutif perusahaan kelautan Turki Boden pada Senin.
"Kapal itu bukan milik Turki atau berbendera Turki," kata Levent Karsan, direktur jenderal Boden yang berbasis di Istanbul, mengatakan pada konferensi pers tentang para pelaut Turki yang diculik oleh perompak di Teluk Guinea pada Sabtu.
Setelah serangan pada Sabtu, kapal kargo berbendera Liberia Mozart pada Minggu berlabuh di dekat Port-Gentil, Gabon, tetapi hanya dengan tiga awak yang masih hidup di dalamnya.
Turki melakukan segala cara untuk menyelamatkan 15 pelaut yang diculik - yang keberadaannya masih tidak diketahui - meski hingga saat ini para perompak belum melakukan kontak dengan pejabat Turki, menurut Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.
Karsan menambahkan, kapal tersebut milik investor asing dan perusahaannya hanya bertanggung jawab atas pengelolaan teknis.
Kapal tersebut dikelola oleh Borealis Maritime, sebuah perusahaan yang berbasis di London dan Hamburg, Jerman, kata Karsan.
Ketika kapal berlabuh di Gabon, jenazah seorang insinyur Azerbaijan yang tewas dalam serangan itu dibawa ke pantai, dan akan dibawa ke Turki melalui pesawat Turkish Airlines dan kemudian dibawa ke Azerbaijan, tutur dia.
Sebuah tim untuk menggantikan anggota kru di kapal akan terbang ke Gabon dalam dua hari, kata Karsan, sementara yang selamat akan dibawa kembali ke Turki.
Dia menambahkan bahwa meski perusahaannya tidak bertugas untuk mempekerjakan anggota kru, namun mereka bertanggung jawab untuk memeriksa kualifikasi mereka.
Tiga kru kapal dalam kondisi baik
Tiga awak Turki di Gabon dalam kondisi baik, kata Kedutaan Besar Turki di ibu kota Libreville, sambil menambahkan bahwa Kedubes Turki sedang mengurus prosedur untuk mengangkut jenazah warga Azerbaijan yang tewas.
"Kami sedang mengangkut jenazah saudara Azerbaijan kami, yang meninggal dalam insiden di Mozart di Teluk Guinea. Tiga pelaut Turki dalam keadaan sehat," kata kedutaan itu di Twitter.
Setidaknya 15 awak kapal asal Turki diculik dalam serangan perompak pada Sabtu kemarin.