Muhammad Abdullah Azzam
26 Maret 2021•Update: 27 Maret 2021
Ayhan Şimşek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis menyerukan kerja sama yang lebih erat antara Uni Eropa (UE) dan Turk
Dia juga menggarisbawahi kepentingan strategis Ankara berperan untuk stabilitas regional dan peran utama Turki dalam mengatasi krisis pengungsi.
Berbicara kepada anggota parlemen di gedung parlemen, menjelang pertemuan KTT utama para pemimpin Eropa melalui konferensi video, Merkel mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi ekstensif di KTT tentang hubungan masa depan antara UE dan Turki.
“Turki bukan hanya mitra NATO dan sekutu, negara itu tetangga dekat kami, itu sangat penting secara strategis bagi kami, sebagai negara terpadat kedua di perbatasan eksternal Uni Eropa,” tutur dia.
Merkel memuji langkah-langkah Turki baru-baru ini untuk mengurangi ketegangan di Mediterania Timur, dan menyatakan dukungan untuk pembicaraan langsung antara Turki dan Yunani guna menyelesaikan masalah bilateral dan sengketa maritim.
Dia juga menyambut baik dimulainya kembali pembicaraan penyelesaian Siprus di bawah naungan PBB.
“Dalam pertemuan terakhir Dewan Uni Eropa, kami telah sepakat bahwa jika Turki berkontribusi pada de-eskalasi, kami akan menawarkan opsi lebih lanjut untuk meningkatkan kerja sama kami. Sekarang kita akan membahas bagaimana kita bisa melanjutkan jalan ini,” ucap dia.
“Diskusi kita tidak akan mudah, tapi saya berharap kita akan mencapai hasil,” tambah Merkel.
Sebuah laporan yang disiapkan oleh kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell untuk KTT tersebut telah menyarankan langkah-langkah baru untuk menghidupkan kembali hubungan UE-Turki, dengan meluncurkan kembali dialog politik tingkat tinggi, memulai negosiasi tentang modernisasi Serikat Bea Cukai yang berusia 25 tahun, dan memperbarui kesepakatan pengungsi UE-Turki 2016.
Tetapi anggota Uni Eropa Yunani dan Siprus Yunani telah mengajukan keberatan atas laporan tersebut menjelang KTT.
Merkel mengatakan kepada anggota parlemen Jerman bahwa penting untuk meningkatkan dialog dan kerja sama dengan Turki, terlepas dari perbedaan politik dengan Ankara dalam berbagai masalah internasional, serta masalah domestik.
"Kami akan membahas bagaimana kami dapat menghidupkan kembali dialog tingkat tinggi antara UE dan Turki," ujar dia, mengacu pada pertemuan puncak para pemimpin Eropa.
“Ada bagian di mana kami memiliki kepentingan yang sama. Tantangan penting migrasi tentu saja salah satunya. Kami bisa menyelesaikan masalah ini hanya bersama Turki,” sebut Kanselir Jerman.