Maria Elisa Hospita
27 Juni 2019•Update: 01 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang menolak usulan Korea Selatan untuk memberi kompensasi kepada para korban kerja paksa selama Perang Dunia II.
Harian Japan Times menyebutkan bahwa Seoul mengusulkan kompensasi untuk tenaga kerja Korea yang harus dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan dari kedua negara.
"Usulan ini adalah untuk mendorong rekonsiliasi antara para pemangku kepentingan dan meningkatkan hubungan Korea-Jepang," kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam sebuah pernyataan tertulis.
Moon dan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak G20 dua hari di Osaka, meskipun keduanya kemungkinan tidak akan melakukan diskusi bilateral.
Sebelumnya, pengadilan Korea Selatan menuntut perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada kelompok buruh Korea yang mengaku telah dipaksa untuk bekerja di Jepang selama Perang Dunia II.
Jepang pun menanggapi permintaan Seoul dengan menegaskan kembali posisinya bahwa masalah itu sudah diselesaikan dalam perjanjian 1965 di mana Jepang memberi Korea Selatan USD500 juta dalam bentuk "kerja sama ekonomi".
"Meskipun Korea dan Jepang sudah menandatangani perjanjian, para korban masih menderita. Pada akhirnya, kedua negara harus fokus kepada kesembuhan dan kesejahteraan para korban," ujar Moon.
Presiden Korsel juga mengatakan bahwa dia tetap terbuka untuk berdialog dengan Abe di sela-sela KTT G20.
"Apakah kami dapat mengambil kesempatan selama KTT G-20, semua tergantung pada Jepang," tambah dia.