Qais Abu Samra dan Ali H. M.Abo Rezeg
06 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
Qais Abu Samra dan Ali H. M.Abo Rezeg
RAMALLAH, Palestina
Islamic Jihad kemungkinan akan mengambil bagian dalam pertemuan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang akan diselenggarakan akhir bulan ini, ujar narasumber dalam kelompok tersebut.
Kepada Anadolu Agency, narasumber tersebut mengatakan bahwa pada Jumat mereka serius mempertimbangkan undangan untuk berpartisipasi tersebut.
“Ada kecenderungan umum [Islamic Jihad] akan mengambil bagian dalam pertemuan tersebut dengan tujuan mempengaruhi hasilnya secara positif,” kata sumber tersebut.
Dewan Pusat PLO diharapkan untuk mengadakan pertemuan – di bawah bendera “Yerusalem ibu kota abadi Palestina” – pada 14 Januari.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk menempa sikap bersatu menghadapi keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
PLO merupakan kelompok payung yang beranggotakan sebagian besar faksi politik utama Palestina, kecuali Hamas dan Islamic Jihad.
Pertemuan terakhir Dewan Pusat PLO diselenggarakan 2015 lalu di Ramallah, ibu kota administratif Otoritas Palestina.
Pada Kamis, Hamas dan Islamic Jihad mengumumkan bahwa mereka telah menerima undangan resmi pertemuan 14 Januari tersebut.
Kedua kelompok, yang berkomitmen dalam kebijakan perlawanan bersenjata melawan pendudukan Israel selama beberapa dekade, mengatakan akan mempertimbangkan tawaran tersebut.
Pada Minggu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa Dewan Pusat akan segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas “isu krusial” terkait Yerusalem.
Pada 6 Desember, Presiden AS mengumumkan keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memicu kecaman dan protes dari berbagai negara Arab dan Muslim.
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan harapan warga Palestina bahwa Yerusalem Timur yang diduduki Israel nantinya dapat menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.