Maria Elisa Hospita
13 November 2018•Update: 13 November 2018
Mahmoud Barakat
ANKARA
Angkatan bersenjata Iran siap melindungi kapal tanker minyak dari setiap ancaman.
"Meskipun ada ancaman terhadap kami, kami akan melanjutkan perdagangan di lautan tanpa masalah," kata kantor berita ISNA mengutip seorang wakil komandan militer Iran, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi.
Mousavi menyebut ancaman AS baru-baru ini ke tanker minyak Iran di perairan internasional bukan hal baru dan tak efektif.
Pekan lalu, Utusan Khusus AS untuk Iran Brian Hook memperingatkan untuk tidak melayani perusahaan-perusahaan Iran yang dikenai sanksi.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran meningkat sejak Mei, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi negaranya dari perjanjian nuklir, yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Kemudian, pada 2 Juli, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan niatnya untuk mengurangi pendapatan minyak Iran hingga ke titik nol.
Sehari berikutnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengeluarkan peringatan bahwa jika AS menghambat ekspor minyak Iran, maka produsen minyak lain di kawasan itu akan mengalami nasib yang sama.
Mulai Agustus, AS memberlakukan sanksi ekonomi putaran pertama ke Iran, yang menargetkan sektor perbankan negara.
Sanksi putaran kedua yang menargetkan sektor energi Iran dimulai pada 5 November. Namun, Washington memberikan keringanan ke delapan importir terbesar minyak Iran, termasuk Turki, selama 180 hari.