TEHERAN, Iran
Iran dan China pada Rabu menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan untuk melawan apa yang mereka anggap sebagai “kebijakan ekspansionis” dari musuh bersama mereka – Amerika Serikat (AS).
Dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe yang sedang berkunjung, Presiden Iran Ebrahim Raisi berjanji untuk meningkatkan kerja sama dengan China, menyebut hubungan di antara mereka sebagai "strategis".
Raisi mengatakan "menghadapi unilateralisme" dan membuka jalan untuk "stabilitas dan ketertiban" dimungkinkan melalui "kerja sama kekuatan independen dan berpikiran sama".
Wei tiba di Teheran pada Selasa pagi untuk kunjungan yang dianggap penting bagi hubungan bilateral.
Kedua negara telah mengembangkan hubungan dekat dalam beberapa tahun terakhir, yang puncaknya adalah perjanjian kerjasama strategis 25 tahun mereka yang ditandatangani pada 2021, yang mencakup berbagai bidang.
Pada saat yang sama, hubungan mereka dengan AS telah ditandai dengan permusuhan dan ketegangan.
Raisi mengatakan kepada pejabat China bahwa Iran akan memperluas hubungan strategis jangka panjang dengan Beijing “terlepas dari perkembangan internasional dan berdasarkan kepercayaan politik bersama,” sambil menyebut implementasi perjanjian kerja sama komprehensif jangka panjang sebagai “prioritas.”
Wei, pada bagiannya, mencatat bahwa hubungan yang lebih kuat antara Iran dan China akan memberikan keamanan, “terutama dalam situasi kritis dan tegang saat ini,” dengan mengatakan unilateralisme “mencegah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”
Sebelumnya pada hari itu, Wei mengadakan pembicaraan luas dengan menlu Iran, Mohammad Reza Ashtiani, di mana mereka telah membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan antara kedua belah pihak.
Menteri pertahanan Iran mengatakan "naiknya krisis keamanan global" dikarenakan "kebijakan ekspansionis dan hegemonik Barat dan AS," sambil menekankan perlunya untuk melawannya melalui cara "multilateralisme."
“Tantangan dan ancaman keamanan bersama dapat diselesaikan melalui interaksi antara negara-negara merdeka yang menentang proses unilateralisme di dunia,” tegas Ashtiani.
Selama kunjungannya, Wei juga mengadakan pembicaraan dengan kepala staf militer Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, di mana kedua pejabat tersebut membahas kerja sama yang lebih erat antara angkatan bersenjata kedua negara.
Terkait, Iran dan China telah mengadakan serangkaian latihan militer bersama di perairan regional dalam beberapa tahun terakhir, terakhir pada bulan Januari, ketika Angkatan Laut China mengirim kapal perusak rudal, sebuah kapal pasokan, helikopter yang diangkut kapal, dan 40 marinir untuk berpartisipasi dalam latihan militer di Samudra Hindia bagian utara.
Ada spekulasi tentang Iran mengizinkan China mendirikan pangkalan militer di pulau-pulau strategisnya di bawah perjanjian kerja sama komprehensif 25 tahun, tetapi laporan itu dibantah oleh Teheran.
Kerja sama antara kedua belah pihak telah meningkat di tengah kebuntuan atas kesepakatan nuklir 2015.
China adalah salah satu penandatangan kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia.
Kunjungan Wei ke Teheran dilakukan beberapa hari setelah dia melakukan percakapan telepon yang panas dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, percakapan pertama di antara mereka sejak Joe Biden berkuasa tahun lalu.
news_share_descriptionsubscription_contact
