Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
04 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
Hasan Esen
LONDON
Menteri Luar Negeri Inggris Andrew Morrison mengecam serangan terhadap Provinsi Idlib, Suriah, oleh pasukan rezim Bashar al-Assad, yang menewaskan lima tentara Turki dan tiga warga sipil.
"Saya mengutuk serangan rezim Assad di Idlib hari ini dan hilangnya nyawa warga sipil Suriah dan tentara Turki yang tidak dapat diterima," kata Morrison melalui Twitter, Senin.
Dia mendesak rezim Assad dan pendukungnya, Rusia, untuk mematuhi gencatan senjata yang disepakati dan mengambil tindakan segera untuk mengurangi ketegangan.
Pelanggaran gencatan senjata
Terletak di barat laut Suriah, provinsi Idlib menjadi markas kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang sipil.
Saat ini wilayah itu dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri yang kehilangan tempat tinggal mereka beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Tetapi, rezim dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.
Pada 10 Januari, Turki mengumumkan bahwa gencatan senjata baru di Idlib akan dimulai setelah 12 Januari tengah malam.
Namun, rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran tetap melanjutkan serangan darat mereka.
Lebih dari satu juta warga Suriah telah bergerak ke dekat perbatasan Turki untuk menghindari serangan hebat selama setahun terakhir.