Megiza
JAKARTA
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan telah menemui beberapa pihak di Jepang untuk mengeruk tambahan investasi di sektor industri dari Negeri Sakura. Terbaru, dia bertemu dengan Presiden Jetro dan jajaran direksi Sojitz Corporation.
“Kami mengajak mereka agar terus meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Hartarto di Tokyo akhir pekan lalu, dalam keterangan resminya.
Tak hanya memburu penanaman modal dari perusahaan manufaktur skala besar, pemerintah juga mengharapkan adanya peningkatan kerja sama ekonomi dengan Jepang. Tepatnya, pengembangan diharapkan dapat terjadi di bidang teknologi dan inovasi, sumber daya manusia, serta industri kecil dan menengah di dalam negeri.
“Kami sampaikan, di Indonesia sangat potensial sekali bagi pasar dan bisnis mereka saat ini,” ujar Hartarto.
Dalam pertemuannya di Tokyo itu, dia juga menyatakan telah menyampaikan kepada pihak Jepang soal sejumlah kawasan industri di Indonesia yang sudah siap menerima masuknya investasi asing.
“Kami berharap industri-industri dari Jepang, seperti yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batu bara, petrokimia dan kaca dapat berinvestasi di Indonesia pada lokasi kawasan industri yang telah disiapkan,” kata Hartarto.
Kawasan industri tersebut, antara lain kawasan industri Dumai di Riau yang dilengkapi pembakit listrik dengan kapasitas 50 MW, terminal CPO dan pengolahan limbah. Kawasan ini dapat digunakan untuk pengembangan industri gasifikasi batu bara dan oleo chemical.
Di Gresik, kawasan Industri JIIPE juga telah disiapkan dengan total area seluas 2.933 hektar serta didukung power plants sebesar 23 MW dan 500 MW. Hartarto menyebut, kawasan yang dilengkapi dengan residensial area dan pelabuhan ini didorong sebagai kawasan untuk heavy industry dan permesinan.
Selanjutnya, ada juga kawasan industri Kendal di Jawa Tengah seluas 2.700 hektar, yang berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Di kawasan ini akan dibangun industri furnitur, industri makanan dan industri garmen.
Terakhir, Hartarto menawarkan lokasi kawasan industri Bontang di Kalimantan Timur. “Kawasan ini akan dikembangkan untuk industri gasifikasi batu bara. Dengan didukung area seluas 265,6 hektar saat ini sedang dibangun industri jasa minyak dan gas,” katanya.
news_share_descriptionsubscription_contact
