07 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bertemu dengan Komandan Komando Militer Amerika Serikat Harry Harris. Ini disampaikan Wiranto saat menerima kunjungan Harris di Kemenkopolhukam, Senin.
"Kita bicara soal aksi terorisme di Marawi, Filipina," ujar Wiranto kepada para wartawan di Jakarta.
Menurut Wiranto, Indonesia dan Amerika Serikat memiliki pandangan yang sama mengenai perdamaian di wilayah Asia Pasifik, sehingga kedua negara tidak menginginkan adanya pertumbuhan kelompok teroris Daesh di wilayah tersebut.
"Amerika punya kepentingan mengamankan kawasan, juga memfokuskan mengenai Daesh yang ingin membangun suatu basis baru di Asia Tenggara," tambahnya.
Wiranto mengaku dalam perbincangan tersebut tidak disinggung mengenai bantuan untuk melawan terorisme karena Amerika dan Indonesia sudah melakukan kerjasama di bidang tersebut. Apalagi kedua kepala negara sudah bertemu untuk membicarakan terorisme.
Selain membicarakan mengenai isu terorisme, Wiranto juga mengaku membahas mengenai rencana Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik dan Nuklir. Kedua negara sepakat meminta Korea Utara untuk menghentikan rencananya tersebut.
"Korut harus kita sadarkan bahwa provokasi yang dilakukan memancing suatu bahaya baru bagi dunia. Kita sepakat untuk menghentikan provokasi itu karena memancing dan menyebabkan dunia tidak aman," tutupnya.