Dunia, Ekonomi, Nasional

Indonesia akan perbanyak tes Covid-19 di pemukiman padat penduduk

Peningkatan tes di pemukiman penduduk ini akan dimulai dalam 1-2 hari ke depan sebelum pemerintah berencana melonggarkan PPKM pada 26 Juli

Nicky Aulia Widadio   | 21.07.2021
Indonesia akan perbanyak tes Covid-19 di pemukiman padat penduduk Ilustrasi: Petugas kesehatan melakukan tes Covid-19 kepada para pedagang di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 16 Juni 2020. Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan rapid test dan tes PCR di pasar tradisional untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia menyatakan akan memperbanyak tes Covid-19 di pemukiman padat penduduk untuk mengontrol penularan varian Delta.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan peningkatan tes di pemukiman penduduk ini akan dimulai dalam 1-2 hari ke depan, sebelum pemerintah berencana melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 26 Juli mendatang.

Pemerintah menargetkan pemukiman padat penduduk di wilayah aglomerasi di Pulau Jawa seperti Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Malang Raya dan lain-lain.

“Apabila ditemukan kasus akan dibawa ke pusat isolasi yang sudah dibuat pemerintah, nanti dapat penanganan dan obat-obatan pemerintah,” kata Luhut, yang ditunjuk Presiden Joko Widodo memimpin penanganan lonjakan kasus di Jawa-Bali, melalui konferensi pers virtual, Rabu.

Luhut menuturkan langkah ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat Covid-19.

Pemerintah juga akan memberikan bantuan sosial dan sembako kepada keluarga yang kepala keluarganya terinfeksi Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat merebaknya varian Delta, sehingga pemerintah menerapkan PPKM Darurat sejak 3-20 Juli 2021.

Indonesia melaporkan 40 ribu hingga 50 ribu kasus per hari pada pekan lalu, kemudian jumlah kasus menurun menjadi sekitar 30 ribu kasus pada tiga hari terakhir seiring menurunnya jumlah tes yang dilakukan.

Angka kematian juga berkisar di atas 1.000 kasus per hari dan puncaknya mencapai 1.383 kematian pada Rabu.

Mulai 21 Juli, pemerintah kemudian mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4 dan berencana melonggarkan pembatasan aktivitas masyarakat pada 26 Juli mendatang apabila tren penularan menurun.

Luhut mengklaim pelonggaran pelaksanaan PPKM Darurat selama dua minggu terakhir telah berdampak pada menurunnya angka keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Jakarta dan Jawa Barat.

“Pada masa PPKM Level 4 ini pemerintah sudah melihat ada potensi beberapa daerah mengalami perbaikan,” tutur Luhut.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.