Muhammad Abdullah Azzam
12 Agustus 2020•Update: 13 Agustus 2020
Zuhal Demirci, Behlül Çetinkaya, Ruslan Rehimov
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa bertemu dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov di Ankara, ibu kota Turki.
Dalam konferensi pers, Menteri luar negeri Azerbaijan yang baru diangkat mengatakan dirinya senang melakukan kunjungan luar negeri resmi pertamanya ke Turki.
Bayramov menggarisbawahi bahwa hubungan antara Turki dan Azerbaijan telah berkembang di semua bidang, menambahkan bahwa volume perdagangan kedua negara terus berkembang.
Bayramov juga berterima kasih kepada Ankara atas dukungannya selama konflik di perbatasan baru-baru ini dengan Armenia di daerah Tovuz, barat laut Azerbaijan, yang menyebabkan setidaknya 12 tentara Azerbaijan dan empat tentara lainnya terluka.
"Persaudaraan Turki selalu mendukung posisi Azerbaijan dengan tegas berdasarkan hukum internasional," kata dia menambahkan bahwa Baku selalu mendukung "sikap adil" Ankara.
"Azerbaijan selalu berdiri di samping Turki. Persahabatan kami abadi dan kami membangun masa depan kami berdasarkan landasan yang kokoh ini."
Bayramov mengungkapkan volume perdagangan bilateral pada 2019 meningkat sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baku menuduh Yerevan berperilaku "provokatif" dan Turki memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu untuk menentang setiap serangan terhadap Azerbaijan.
Bayramov mengatakan politik agresif Armenia adalah hambatan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
"Hubungan Azerbaijan-Turki, yang didasarkan pada akar sejarah dan persaudaraan, berkembang di semua bidang, termasuk di bidang politik, ekonomi, kemanusiaan, dan militer."
Pengembangan hubungan dengan mitra strategis Turki merupakan prioritas Azerbaijan dalam politik luar negerinya, tekan Bayramov.